PACITAN, Jawa Pos Radar Madiun - Partai Demokrat hengkang dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP). Dukungan kepada Anies Baswedan sebagai bakal calon presiden (bacapres) pun dicabut. Kini, partai politik (parpol) yang kelahirannya dibidani Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut sendirian, tanpa koalisi.
Sebelumnya, parpol berlambang bintang mercy ini bersama Partai NasDem dan PKS mendukung Anies sebagai bacapres dalam Pemilu Presiden (Pilpres) 2024. Namun dukungan dicabut setelah Anies menggandeng Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai bakal calon presiden (bacawapres) pasangannya.
Pasangan Amin (Anies-Imin) resmi dideklarasikan Sabtu (2/9) di Surabaya. Pencabutan dukungan dilakukan Demokrat sehari sebelum deklarasi. Beragam sikap pun diambil jajaran partai Demokrat mulai tingkat pusat hingga daerah.
Ketua DPC Partai Demokrat Pacitan Indrata Nur Bayu Aji menegaskan partainya tetap solid. Yakni, mendukung Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai bacawapres. ‘’Sikap kami tidak lepas dari arahan ketua umum DPP dan dewan pertimbangan,’’ kata Mas Aji, sapaan akrabnya.
Menurut dia, dinamika politik di pusat tidak mengganggu daerah. Demokrat tetap menjadi partai nomor satu di Pacitan. Masalah ini, sebut dia, menjadi keprihatinan di Pacitan.
‘’Kami yakin DPP lewat pertimbangan keluarga besar Partai Demokrat, insya Allah akan mendapat jalan yang lebih baik dan pasangan yang baik,’’ ujarnya.
Waktu yang ada akan dimanfaatkan memperkuat basis dan mendekatkan dengan konstituen. Bahkan, partainya menargetkan lebih dari 50 persen kursi DPRD Pacitan pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2024 nanti. ‘’Kami menguatkan konstituen dan melebarkan basis. Kalau saat ini 14 kursi, pemilu mendatang lebih dari 14 kursi, syukur bisa 50 persen,’’ tegasnya.
Lebih lanjut, pria yang juga bupati Pacitan itu mengklaim target tersebut realistis dan bukan hal yang mustahil. Dengan komposisi saat ini, lanjut dia, Pacitan adalah etalase Partai Demokrat di Indonesia. ‘’Kami tetap berjuang ke masyarakat, insya Allah tidak terdampak,’’ tuturnya.
Diberitakan sebelumnya, sejumlah alat peraga sosialisasi (APS) bergambar Anies, maupun Anies-AHY di Pacitan di-take down. Kini yang tersisa hanya APS bergambar tokoh-tokoh Partai Demokrat. Itu menyusul kabar Anies akan berpasangan dengan Cak Imim pada Pilpres 2024. (hyo/sat)
Editor : Mizan Ahsani