Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Pertemuan Prabowo dan Megawati di Teuku Umar, Dasco: Penuh Keakraban dan Berlangsung 1,5 Jam

Ockta Prana Lagawira • Rabu, 9 April 2025 | 05:27 WIB
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad.

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun — Presiden terpilih Prabowo Subianto bertemu dengan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri di kediaman Jalan Teuku Umar, Jakarta, Senin (7/4/2025) malam.

Pertemuan ini dikonfirmasi oleh Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad sebagai ajang silaturahmi usai Idulfitri 1446 H.

"Pertemuan semalam itu pertemuan kekeluargaan, keakraban, dan hangat. Tak terasa waktu berjalan lumayan lama dan banyak yang dibahas kedua tokoh ini," ujar Dasco di Kompleks Parlemen, Selasa malam (8/4).

Dasco menyebut, pertemuan antara Prabowo dan Megawati berlangsung sekitar 1,5 jam, dimulai sekitar pukul 20.30 WIB.

Meski sejumlah tokoh turut hadir, seperti Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, hingga Menko Polhukam Budi Gunawan, diskusi utama dilakukan secara empat mata antara dua tokoh bangsa tersebut.

Silaturahmi dan Tawa di Tengah Situasi Politik

Dasco mengatakan pertemuan itu berlangsung hangat dan diselingi tawa. Ia menyebut Prabowo datang atas inisiatif sendiri sebagai bentuk penghormatan kepada Megawati.

"Biasanya Presiden yang disowani, tapi Pak Prabowo mau berkunjung silaturahmi ke rumah Bu Mega. Itu mencerminkan kerendahan hati beliau," ungkapnya.

Sebelumnya, Dasco telah menyampaikan bahwa komunikasi politik antara Partai Gerindra dan PDIP berjalan intens untuk mewujudkan pertemuan dua tokoh tersebut.

“Sudah ada obrolan agar pertemuan segera terlaksana,” katanya.

Titik Temu Demi Bangsa

Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Muhammad Sarmuji, turut menanggapi pertemuan itu. Ia menyebut pertemuan Prabowo-Megawati menunjukkan kedewasaan politik dalam menyikapi kondisi global.

"Titik temunya jelas, yakni kepentingan bangsa. Saat ini, dunia sedang tidak baik-baik saja, dan stabilitas nasional sangat penting untuk menghadapi tantangan dalam dan luar negeri," kata Sarmuji.

Isu yang disorot termasuk kebijakan tarif resiprokal Amerika Serikat di bawah Donald Trump yang memengaruhi perekonomian global dan Indonesia.

Soal Ajakan Gabung Koalisi?

Menanggapi kemungkinan PDI Perjuangan bergabung ke pemerintahan, Sarmuji menyerahkannya sepenuhnya kepada Presiden Prabowo.

"Kami loyal kepada Presiden. Soal siapa yang masuk kabinet, itu hak prerogatif beliau," ujarnya.

Ia menambahkan, baik di dalam pemerintahan maupun sebagai mitra kritis dari luar, kontribusi tetap bisa diberikan untuk bangsa. (ota)

Editor : Ockta Prana Lagawira
#Presiden Prabowo #megawati #sarmuji #dasco