Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Mengenang 4 Mei 1998: Titik Balik Krisis Moneter saat Harga BBM Meroket 71 Persen

Latiful Habibi • Minggu, 3 Mei 2026 | 23:32 WIB
PROTES: Unjuk rasa menolak kenaikan harha BBM pada awal Mei 1998 laku. (ilustrasi)
PROTES: Unjuk rasa menolak kenaikan harha BBM pada awal Mei 1998 laku. (ilustrasi)

JAKARTA, Jawa Pos Radar Madiun – Tanggal 4 Mei mencatatkan sejarah kelam dalam perjalanan ekonomi dan politik Indonesia.

Tepat 28 tahun yang lalu, pada 4 Mei 1998, pemerintah secara resmi mengumumkan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang sangat signifikan di tengah hantaman krisis moneter yang sedang melanda Asia, termasuk Indonesia.

Kebijakan di Tengah Krisis

Kebijakan yang diambil di penghujung masa jabatan Presiden Soeharto ini mencakup kenaikan harga bensin dari Rp700 menjadi Rp1.200 per liter, serta kenaikan harga solar dari Rp380 menjadi Rp600 per liter.

Kenaikan yang mencapai lebih dari 70 persen ini dilakukan pemerintah dengan alasan untuk menekan subsidi APBN yang membengkak akibat melemahnya nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS.

Baca Juga: Kunjungi Pacitan, Wamendagri Dorong Sport Tourism 2026

Keputusan ini diumumkan secara mendadak dan langsung berlaku pada pukul 00.00 waktu setempat.

Selain BBM, tarif dasar listrik (TDL) juga mengalami penyesuaian yang menambah beban ekonomi masyarakat bawah.

Pemantik Gelombang Reformasi

Pengumuman tersebut menjadi "sumbu pendek" bagi kemarahan publik.

Sehari setelah pengumuman, yakni pada 5 Mei 1998, demonstrasi mahasiswa yang awalnya terkonsentrasi di dalam kampus mulai meluas ke jalan-jalan protokol.

Baca Juga: Gaji Pensiunan Belum Cair? Ini Cara Cepat Autentikasi Andal by Taspen

Di Medan, Sumatera Utara, aksi protes berubah menjadi kerusuhan massal yang berlangsung selama tiga hari.

Demonstran menganggap pemerintah tidak peka terhadap penderitaan rakyat yang sudah tercekik harga bahan pokok yang melambung tinggi.

Awal Kejatuhan Orde Baru

Peristiwa 4 Mei 1998 dinilai oleh banyak sejarawan sebagai katalisator utama yang mempercepat gerakan Reformasi.

Kenaikan BBM ini menghilangkan kepercayaan masyarakat terhadap kemampuan pemerintah dalam menangani krisis ekonomi.

Hanya berselang belasan hari setelah kebijakan tersebut, tekanan politik dari mahasiswa dan tokoh masyarakat semakin tak terbendung.

Baca Juga: Menkeu Dirumorkan Sakit dan Harus Jalani Perawatan Medis, Kemenkeu Pastikan Purbaya Yudhi Sadewa Sehat

Rentetan peristiwa pasca-4 Mei, termasuk Tragedi Trisakti dan Kerusuhan Mei, akhirnya memaksa Presiden Soeharto untuk meletakkan jabatannya pada 21 Mei 1998, mengakhiri 32 tahun kekuasaan Orde Baru.

Hingga saat ini, tanggal 4 Mei tetap diingat sebagai pengingat betapa krusialnya kebijakan ekonomi terhadap stabilitas sosial dan politik suatu bangsa. (tif)

Editor : Latiful Habibi
#peristiwa nasional #tragedi Mei 1998 #krisis moneter #order baru #Kenaikan Harga BBM