Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Investasi Wilis Empat Kali Sokoria, Bakrie Power Tebus Triliunan Rupiah

Administrator • Senin, 10 Juni 2019 | 20:40 WIB
INVESTASI KAKAP: Biaya investasi panas bumi di lereng Gunung Wilis menyedot triliunan rupiah.
INVESTASI KAKAP: Biaya investasi panas bumi di lereng Gunung Wilis menyedot triliunan rupiah.

PONOROGO - Bakrie Power tak tanggung-tanggung dalam mengucurkan investasi di lereng Gunung Wilis. Panas bumi yang akan dikeruk dari Ngebel, Ponorogo, dan Mendak, Kabupaten Madiun, ditebus hingga triliunan rupiah. ‘’Bakrie Power berupaya menjadi salah satu pemain besar di bidang energi baru dan terbarukan di Indonesia,’’ ungkap CEO Bakrie Power Indra Ginting.


Sejumlah informasi diperoleh dari situs resmi Bakrie Power, atas eksplorasi yang dilakukan di Ngebel dan Mendak. Selain di lereng Wilis, Bakrie juga mengklaim menggarap sejumlah sumur panas bumi lain di Indonesia. Salah satunya di Sokoria, Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT). Bedanya, jumlah cadangan panas bumi di dua wilayah. Jika di Sokoria hanya 30 megawatt, panas bumi di Ngebel mencapai 165 megawatt. Keduanya diplot menjadi pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP).


Selain kedua proyek PLTP, Bakrie juga menggarap banyak proyek lain bersumber tenaga uap (PLTU) hingga surya (PLTS). Semua proyek masih dalam tahap konstruksi dan studi. ‘’Jadi belum terlihat revenue (pendapatan). Kecuali PLTU Tanjung Bara (Kutai, Kalimantan Timur),’’ kata Indra.


Jika nilai investasi untuk PLTP Sokoria mencapai USD 150 juta, maka PLTP Ponorogo jauh lebih masif. Untuk mengeruk panas dari perut bumi Ngebel, biaya investasinya mencapai USD 600 juta. Empat kali lipat dari Sokoria. Jika dikalkulasi ke rupiah, mencapai sekitar Rp 8,6 triliun. Indra cukup optimistis dengan investasi kakap itu. ‘’Komitmen Bakrie Power terus menambah kapasitas pembangkit listrik di daerah. Karena kebutuhan akan listrik akan terus bertambah setiap tahun,’’ ujarnya.


Dengan investasi sebesar itu, tantangan yang dihadapi Bakrie adalah pendanaan. Pendanaan, seperti diterakan di laman resmi Bakrie Power, sebagian diperoleh dari luar negeri. ‘’Ini merupakan upaya Bakrie dalam mengurangi polusi karbondioksida yang disebabkan oleh pembangkit konvensional.’’ (naz/fin)

Editor : Administrator
#berita ponorogo #jawa pos #radar madiun #jawa pos radar madiun