Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Sulardi Warno, Kolektor Ratusan Bambu Unik Asal Desa Dayakan

Administrator • Sabtu, 12 Oktober 2019 | 18:14 WIB
UNIK: Sulardi Warno memamerkan salah satu koleksi bambu unik yang ada di rumahnya.  (DILA RAHMATIKA/RADAR PONOROGO)
UNIK: Sulardi Warno memamerkan salah satu koleksi bambu unik yang ada di rumahnya. (DILA RAHMATIKA/RADAR PONOROGO)

Bambu ternyata banyak yang berbentuk unik. Sulardi Warno punya banyak bambu sejenis itu. Jumlahnya mencapai ratusan. Hasil perburuannya selama lima tahun terakhir. Semua bambu tersebut disimpan dalam sebuah ruangan seperti museum mini di rumahnya.


======================


DILA RAHMATIKA, Ponorogo, Jawa Pos Radar Ponorogo


DARI tepi Jalan Raya Karangan, Desa Dayakan, Kecamatan Badegan, menggantung pelang berkelir hijau bertuliskan Wisata Religi Bambu Unik Nusantara. Lengkap dengan gambar sebuah bambu unik berwarna hijau.


Di dalamnya, mudah dijumpai bambu kecokelatan di setiap sudut rumah. Panjangnya sekitar satu meter yang menyerupai gading gajah dengan diameter 10 cm. Benda itu tergantung di tiang rumah. Di sampingnya juga ada bambu dengan panjang yang sama. ‘’Yang seperti belalai itu namanya bambu gajah, kalau yang ini bambu CPD, cagak panah dewa,’’ kata Sulardi Warno, pemiliknya.


Bambu-bambu itu hanya sebagian kecil koleksinya. Di area belakang rumah malah lebih banyak lagi bambunya. Semua tersimpan dalam ruangan 3x6 meter. Jumlahnya ada sekitar ratusan. Semua dipajang di alas kayu berbentuk lingkaran. ‘’Total ada sekitar 800 bambu,’’ ujar Warno, sapaannya.


Beberapa bambu yang dikumpulkannya itu berbentuk unik. Ada yang menyerupai hewan, tumbuhan, dan manusia. Seperti bambu berbentuk kuda poni yang didapat tiga tahun lalu di sekitar Ponpes Darul Huda Mayak. ‘’Saya dapatnya pas magrib, ini tubuh dengan kepalanya sendiri. Saya pasang menyatu, saya amati terlihat seperti kuda poni,’’ terang pria 48 tahun itu.


Dia mengaku sudah berburu bambu unik sejak 2014 lalu. Koleksi pertama warga Dukuh Jaten, Desa Karangan, Badegan, itu adalah bambu kolong kumbang. Saat ditemukan, bambu itu dihinggapi kumbang. Warno sempat membersihkan bambu tersebut sesampainya di rumah dan dimasukkan dalam lemari. ‘’Tapi, keesokan harinya bambu itu kembali dihinggapi oleh kumbang,’’ ungkapnya.


Warno mengaku setiap bambu koleksinya mempunyai nama dan filosofi. Misalnya bambu CDP. Bambu tersebut dapat diartikan per kata menjadi cagak (tiang), panah (busur), dan dewa (manusia pilihan Tuhan yang mempunyai kelebihan). ‘’Filosofinya itu, sederas atau seberat apa pun masalah yang dihadapi, kalau berpegang pada tiang yang benar, akan selamat. Dan, nama-nama bambu ini sudah pakem dari sesepuh bambu unik nusantara, nggak bisa sembarangan,’’ jelasnya.


Beberapa daerah sudah pernah dikunjungi Warno untuk berburu bambu unik. Di antaranya, Tulungagung, Trenggalek, Blitar, Malang, Blora, Tuban, Jombang, sampai Gresik. ‘’Kalau berburu (bambu) bisa dari pagi sampai sore. Bahkan, saya terbiasa bawa gergaji ketika bepergian,’’ katanya.


Sejumlah pengalamam pernah dialami Warno selama berburu bambu unik. Seperti terpeleset di sungai hingga dililit ular piton. ‘’Bambu-bambu itu nggak saya jual, saya biasa kasihkan ke teman. Kalau bisanya sedekah bambu kenapa tidak. Alhamdulillah dapat ganti bambu yang lebih baik,’’ ucapnya.


Hampir setiap hari bambu koleksinya dibersihkan. Tempat penyimpanan bambu miliknya juga tak luput disapu. ‘’Kalau membersihkan nggak cukup hanya satu hari. Bagi saya, bambu itu makhluk hidup. Dia inginnya dirawat. Itu kalau rawatan fisik,’’ ujarnya.


Agar masyarakat bisa mengenal keragaman bambu, sekitar setahun lalu Warno memutuskan membuka rumahnya untuk umum. Ke depan, dia berencana membangun museum bambu. ‘’Tamu yang datang ada dari  Malang, Surabaya, Tulungagung, Jogjakarta, Solo, dan Jakarta. Mereka yang ke sini tidak pernah saya tarik tiket. Hanya ada kotak amal yang dapat diisi seikhlasnya,’’ tutur Warno. ****(her/c1)

Editor : Administrator
#berita ponorogo #jawa pos #radar madiun #jawa pos radar madiun