Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Drainase Gedung Terpadu Pemkab Ponorogo Buruk

Administrator • Senin, 3 Februari 2020 | 21:20 WIB
MENDESAK DITANGANI: Sejumlah bagian Gedung Terpadu Pemkab Ponorogo dinilai rawan dan perlu banyak perbaikan.
MENDESAK DITANGANI: Sejumlah bagian Gedung Terpadu Pemkab Ponorogo dinilai rawan dan perlu banyak perbaikan.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Belum genap 10 tahun. Bangunan megah Gedung Terpadu Pemkab Ponorogo bermasalah. Salah satunya drainase. ‘’Rembesan air sudah mencapai struktur bangunan. Namanya bangunan, tidak boleh terganggu apa pun,’’ kata Kabid Penataan Ruang Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Juli Wibowo Minggu (2/2).


Beberapa waktu lalu, pihaknya sempat mendatangkan konsultan untuk menilai kondisi gedung perkantoran empat organisasi perangkat daerah (OPD) tersebut. Hasilnya, masalah utama di gedung yang dibangun 2011 itu adalah drainase yang buruk. ‘’Rembesan muncul mulai dari atap. Sampai bawah air tidak bisa mengalir ke saluran drainase yang ada,’’ ujarnya.


Drainase kamar mandi juga tidak berfungsi dengan baik. Sehingga, air merembes hingga struktur bangunan. Baik pada kolom balok hingga pelat lantai. Kolom sering basah. Hasil asesmen konsultan juga menyebut plafon butuh penanganan. Penyebabnya sama, rembesan air. ‘’Sehingga drainase harus segera ditangani,’’ tuturnya.


Usia bangunan di Jalan Basuki Rahmad itu, klaim Juli, masih bisa bertahan lama. Itu jika pemeliharaan dilakukan dengan baik. Di samping itu, pengguna gedung diminta tidak memberi beban berlebih pada banguan berlantai enam itu. Sesuai peruntukannya, Gedung Terpadu sebagai perkantoran. Sehingga, bebannya beda jauh dengan pergudangan. ‘’Beban mati dari barang-barang berat, termasuk dokumen dalam jumlah banyak di lantai dua, tiga dan empat, akan memengaruhi struktur bangunan,’’ sebut Juli.


Menurutnya, butuh anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk menangani seluruh masalah di Gedung Terpadu. Namun, bisa dilakukan bertahap. Prioritasnya, masalah drainase. ‘’Selain di dalam gedung, drainase di luar gedung yang mengalirkan air ke saluran perkotaan juga tidak ada. Tapi, yang lebih mendesak di dalam gedung,’’ jelasnya. (naz/c1/sat)

Editor : Administrator
#berita ponorogo #jawa pos #radar madiun #jawa pos radar madiun