PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tercatat ada enam kecamatan di Ponorogo yang sudah nihil kasus aktif Covid-19. Namun, kematian pasien akibat terpapar coronavirus itu tetap saja muncul. ‘’Kalau angka kematian yang zero akan lebih baik. Berarti respons tubuh terhadap virus sudah bagus,’’ kata Sugeng Mashudi, dosen Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Ponorogo (UMPo), Kamis (14/10).
Kendati tingkat persebaran virus sedang menurun, dia menilai bukan masalah berarti jika masih saja ada yang terpapar. Namun, sedapat mungkin tidak mengakibatkan kematian. Sugeng menilai turunnya kasus aktif Covid-19 juga menunjukkan treatment (pengobatan) cukup bagus. Kendati ada aspek lain yang turut membantu menekan persebaran virus. Pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) yang berlevel, di antaranya. ‘’Juga gencarnya vaksinasi dan pembiasaan tiga T,’’ terangnya.
Enam dari 21 kecamatan yang zero kasus baru korona itu adalah Jambon, Bungkal, Ngrayun, Pulung, Pudak, dan Jetis. Sugeng menengarai mobilitas warga di enam kecamatan itu rendah hingga otomatis sudah menerapkan PPKM. Selain itu, ada kemungkinan daya tahan tubuh penduduknya lebih baik. ‘’Berbeda dengan kota yang mobilitasnya tinggi,’’ jelasnya.
Terpisah, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo Teguh Budi Prihwanto membenarkan enam kecamatan yang sudah zero kasus Covid-19 itu. Pun, jumlah kasus aktif terhitung kemarin tinggal menyisakan 36 pasien. ‘’Di kecamatan lain yang belum zero itu hanya ada satu ada dua pasien,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw)
Editor : Administrator