PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Belum semua desa di Ponorogo berstatus tangguh bencana. Berdasarkan data BPBD setempat, baru 13 desa yang sudah termasuk dalam desa tangguh bencana (destana). Sedangkan, 37 desa lainnya yang termasuk rawan bencana belum masuk destana. ‘’Kalau sudah bergelar destana, maka harus siap dari segi apa pun untuk penanggulangan bencana,’’ kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo Imam Bashori, Selasa (26/10).
Menurut dia, pemerintah desa juga perlu menganggarkan pembiayaan tindakan darurat menanggulangi banjir, tanah longsor, puting beliung, kebakaran, hingga kekeringan. Selain itu, menyiapkan titik kumpul pengungsi berikut memetakan jalur evakuasi. ‘’Lengkap dengan dokumen kontinjensi (perencanaan tanggap darurat, Red),’’ terangnya.
Kriteria desa tangguh bencana juga didapat setelah ada pelatihan para relawan. Kata Imam, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Jawa Timur yang turun tangan memberikan pelatihan. Imam belum dapat menghitung waktu kapan 50 desa rawan di Ponorogo itu akan berstatus tangguh bencana semua. ‘’Tahun ini ada tambahan tiga destana. Banyak faktor yang masuk penilaian,’’ ungkapnya. (mg7/c1/hw/her)
Editor : Administrator