PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Masih saja ada yang mengira Cinepolis sudah tutup. Padahal, bioskop di Ponorogo City Center (PCC) itu tetap rutin memutar film. Rumor bahwa bangunan mal terbesar di Ponorogo tersebut disita penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) ternyata berdampak ke pengunjung Cinepolis. ‘’Kami gencar menyebarkan flyer (selebaran, Red) tentang film yang hendak tayang di Cinepolis. Termasuk memberikan pengertian bahwa tidak ada penyitaan,’’ kata Asisten Cinema Manager Donny Latu Farizal, Selasa (16/11).
Pihaknya sempat tidak percaya masyarakat beranggapan bioskop di PCC tutup. Namun, jumlah pengunjung Cinepolis yang awalnya merangkak naik mendadak turun. Donny mencatat penurunan penonton hingga 30 persen. Usut punya usut, rumor penutupan PCC itu yang menyebabkan jumlah pengunjung turun. ‘’Kami akhirnya harus jemput bola. Animo masyarakat Ponorogo untuk menonton film sebenarnya cukup tinggi,’’ ujarnya.
Selebaran film yang akan diputar itu sengaja disebar sesuai segmen. Mulai remaja hingga dewasa. Donny juga menggandeng sejumlah influencer ikut mempromosikan jadwal tayang film di Cinepolis lewat media sosial. Pun, ada promo tiket hanya seharga Rp 10 ribu. ‘’Buy one get one (beli satu gratis satu, Red) juga berlaku untuk pembelian tiket dengan voucher dari salah satu coffee shop,’’ tuturnya.
Jumlah penonton Cinepolis kembali mengalami peningkatan sejak penayangan film horor yang sempat merajai tangga box office Korea Selatan. Donny optimistis tingkat kunjungan ke bioskopnya berangsur pulih, bahkan bertambah. ‘’Ada film-film baru yang akan tayang akhir November nanti,’’ pungkasnya. (tr2/c1/hw/her)
Editor : Hengky Ristanto