Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Mayoritas Tembakau Petani Ponorogo Selamat Masuk Gudang

Hengky Ristanto • Kamis, 18 November 2021 | 22:18 WIB
PERKEBUNAN: Petani tembakau di Ponorogo ketika mengeringkan hasil panen mereka. (AJI PUTRA/RADAR PONOROGO)
PERKEBUNAN: Petani tembakau di Ponorogo ketika mengeringkan hasil panen mereka. (AJI PUTRA/RADAR PONOROGO)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Hitung-hitungan Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo berbeda soal kerugian petani tembakau di Desa Sendang, Jambon. Tembakau rajangan yang terpaksa dibuang itu hanya sebagian kecil dari hasil panen. ‘’Sebanyak 80 sampai 90 persen hasil panen tembakau sudah masuk gudang dalam bentuk rajangan kering,’’ kata Kepala Seksi Perbenihan dan Perlindungan Perkebunan di Dispertahankan Ponorogo Ika Niscahyani, Kamis (18/11).


Dia menyampaikan, para petani tembakau terikat kontrak kerja sama dengan salah satu perseroan terbatas (PT). Kegiatan petani mulai awal tanam hingga waktu panen diatur dalam perjanjian itu. Namun, Ika membenarkan bahwa mayoritas petani menanam tembakau mundur dari jadwal. Mereka seharusnya sudah memanen semua tanaman tembakau pada awal November lalu. Risiko muncul tatkala masa panen sudah memasuki musim hujan. ‘’Kami sudah beri peringatan kalau curah hujan tahun ini cukup tinggi,’’ ujar Ika.


Pihaknya selama ini juga getol berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Jika prakiraan hujan tinggi, maka para petani diimbau agar mengamankan tembakau hasil panen mereka. Hujan yang sempat turun dua hari berturut pekan lalu bukan karena keliru ramalan cuaca. Melainkan petani telanjur menjemur semua tembakau rajangan. ‘’Akhirnya tidak bisa terselamatkan. Kami punya grup WhatsApp dengan para petani tembakau,’’ ungkap Ika.


Jumlah petani tembakau di Desa Sendang versi dispertahankan sebanyak 90 orang. Dinas itu juga rajin memberikan obat hama ke petani atas persetujuan perseroan. Sebab, tidak semua insektisida memberi efek baik pada tanaman tembakau. Ika menyebut, perlu sosialisasi tentang pemanfaatan sisa tembakau rajangan menjadi pupuk. ‘’Kalau langsung dibuang ke lahan malah meracuni, karena mengandung nikotin. Harus diolah dengan dicampur bahan organik lain,’’ pungkasnya. (tr2/c1/hw/her)

Editor : Hengky Ristanto
#tembakau #kerugian #perikanan #dinas pertanian #ponorogo