Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Lampu Bangjo Jenes-Somoroto Ngadat Tersambar Kilat

Hengky Ristanto • Sabtu, 4 Desember 2021 | 06:40 WIB
NGADAT: Lampun traffic light di pertigaan Jenes sempat error karena tersambar petir. (AJI PUTRA/RADAR PONOROGO)
NGADAT: Lampun traffic light di pertigaan Jenes sempat error karena tersambar petir. (AJI PUTRA/RADAR PONOROGO)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Penghujan juga membawa musim kerusakan lampu lalu lintas (traffic light). Petir atau kilat yang muncul bersamaan hujan turun, kerap menyambar gelombang listrik pada lampu yang terpasang di perempatan atau pertigaan jalan itu. ‘’Lampu lalu lintas menyala nonstop 24 jam, tidak mungkin berhenti kecuali ada perbaikan,’’ kata Kristanta, kepala Bidang Pengendalian, Operasional Lalu Lintas dan Jalan, Dinas Perhubungan (Dishub) Ponorogo, Jumat (3/12).


Dia menyebut, traffic light di pertigaan Jenes dan perempatan Somoroto sempat ngadat. Kelistrikan lampu bangjo –sebutan untuk lampu lalu lintas– di pertigaan Jenes tersambar petir. Pihaknya sengaja memindah peranti traffic light di pertigaan Ngepos yang kini sudah tak lagi terpakai ke pertigaan Jenes. ‘’Kerusakan teratasi,’’ jelas Kris, sapaan Kristanta.


Sementara itu, kerusakan traffic light di perempatan Somoroto lantaran jaringannya terpasang di bawah tanah hingga rawan kerusakan. Proses perbaikannya dengan membuat jaringan baru di atas. Pihaknya tahun depan tidak menganggarkan pengadaan lampu lalu lintas yang baru. Pembiayaan sebatas perawatan rutin agar terus menyala. ‘’Kan menyala 24 jam, jadi rawan rusak. Memang harus ada pemeliharaan,’’ terangnya.


Biaya pemeliharaan lampu lalu lintas itu hanya Rp 35 juta setahun. Untuk seluruh lampu bangjo yang terpasang di persimpangan jalan. Kris menakar anggaran itu relatif kecil dengan tingginya risiko kerusakan. ‘’Lampu lalu lintas perlu perawatan khusus,’’ tegasnya. (mg7/c1/hw/her)

Editor : Hengky Ristanto
#fasilitas rusak #ponorogo