PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Malam tahun baru bakal sepi dari pijar kembang api. Penjual kembang api sengaja tidak menambah stok dagangan. Yang kini tersedia kebanyakan sisa penjualan kembang api Lebaran lalu. ‘’Tidak ada persiapan menambah stok untuk tahun baru. Pembeli juga biasa-biasa saja,’’ kata Benediktus Satrio, pemilik toko kembang api di Jalan Jenderal Sudirman Ponorogo, Sabtu (25/12).
Dia memilih menghabiskan kembang api yang masih tersedia di tokonya. Ada puluhan jenis yang tertata di rak. Seandainya menambah stok, Satrio pilih mengulak kembang api kawat yang diminati anak-anak. Pandemi Covid-19 meniadakan acara perayaan tahun baru yang kerap ditandai dengan menyalakan kembang api. ‘’Sudah dua tahun ini tidak ada perayaan,’’ ungkapnya.
Padahal, pemilik toko kembang api berharap penjualan meningkat setiap kali event tergelar. Di antaranya, Lebaran dan tahun baru. Satrio juga mencatat omzetnya naik bersamaan gelaran Grebeg Suro di Ponorogo. ‘’Kalau banyak event, kami bisa berharap. Hari-hari biasa memang ada yang beli, tapi hanya beberapa,’’ terangnya.
Satrio mengakui, momentum perayaan tahun baru sebelum pandemi selalu ditandai penyalaan kembang api. Dia ikut meraup untung. Seperti kebanyakan wirausahawan, Satrio berharap pandemi segera berakhir hingga sejumlah event bergantian digelar. ‘’Kebanyakan orang beli kembang api tidak untuk kebutuhan sendiri. Kalau untuk event, belinya pasti banyak,’’ ujarnya. (fac/c1/hw/her)
Editor : Hengky Ristanto