PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Konsumen tetap memburu minyak goreng curah. Alasannya tidak lain karena harga. Satu kilogram minyak goreng curah di pasaran dibanderol Rp 19.500. Sedangkan satu liter minyak goreng kemasan seharga Rp 19.000. Jika memakai satuan liter, harga minyak goreng curah hanya di kisaran Rp 14.700 (1 kilogram=1,328 liter).
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) sempat hendak melarang penjualan minyak goreng curah mulai tahun ini. Larangan itu akhirnya dicabut hingga penjualan minyak goreng tetap dapat dilakukan, baik dalam bentuk curah maupun kemasan. Kendati begitu, ketersediaan minyak goreng curah mulai langka di Pasar Legi Ponorogo. ‘’Saya hanya punya stok 10 liter yang habis dalam dua hari,’’ kata Sutiani, pedagang meracang di lantai 2 Pasar Legi, Selasa (11/1).
Para pedagang gorengan yang lebih meminati minyak curah. Mereka berhitung rinci soal biaya agar tetap mendapat untung. Sebaliknya, ibu rumah tangga tak keberatan menebus minyak goreng kemasan. Kendati harganya lebih mahal, barang pabrikan itu dianggap lebih awet. Minyak kemasan di wajan dapat dipakai enam kali penggorengan. ‘’Kalau pakai minyak curah, hanya dapat dua kali menggoreng,’’ ucap Sutiani menirukan pengakuan pelanggannya. (fac/c1/hw/her)
Editor : Hengky Ristanto