PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Akhirnya, Kolam Renang Tirto Menggolo (KRTM) terendam lagi. Hampir dua tahun kolam renang standar kejuaraan nasional (kejurnas) milik Pemkab Ponorogo itu terpaksa kerap dikeringkan akibat ancaman pandemi Covid-19.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko lewat surat edarannya sudah membolehkan KRTM di Jalan Pramuka menerima pengunjung. ‘’Bahkan kami mendapat target PAD (pendapatan asli daerah) Rp 45 juta tahun ini,’’ kata Wakhid Purwanto, Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Pemuda dan Olahraga, Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Ponorogo, Kamis (3/2).
Pihaknya mengandalkan harga tiket masuk Rp 6.000 per kepala untuk semua kategori pengunjung. Baik dewasa maupun anak-anak. Disparbudpora selama dua tahun terakhir tak kuasa memenuhi target PAD lantaran KRTM tutup total. Kendati begitu, perawatan tetap harus dilakukan di kolam renang yang memiliki delapan lintasan lomba berukuran panjang 50 meter dengan lebar 20 meter itu. ‘’Tahun lalu kami memperbaiki saluran pengisian dan pembuangan air kolam,’’ jelasnya.
KRTM dan Gelanggang Olahraga (GOR) Singodimedjo saban bulan menyedot anggaran perawatan Rp 4 juta. Wakhid mengatakan, air kolam harus ganti dua kali seminggu karena belum memiliki filter otomatis. KRTM kembali dibuka 20 Januari lalu. Bersamaan libur Imlek kemarin, tercatat 70 pengunjung berkubang air. ‘’Harapannya tidak terjadi gelombang ketiga Covid-19 agar target PAD terpenuhi,’’ tutur Wakhid.
Butuh uji laboratorium kualitas air kolam renang agar luput dari klaster coronavirus. Perlu campuran disinfektan dengan klorin 1-10 ppm (parts per million) atau bromin 3-8 ppm sehingga pH air mencapai 7,2 hingga 8 agar kolam renang dengan kedalaman 1,5 meter-2,5 meter itu aman dioperasionalkan. (mg7/c1/hw/her)
Editor : Hengky Ristanto