PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Magnet kunjungan wisatawan ke Telaga Ngebel semakin kuat. Sejak dibuka awal tahun lalu, destinasi pelancongan andalan Bumi Reyog itu telah membukukan pendapatan Rp 200 juta.
Koordinator Lapangan Telaga Ngebel Disparbudpora Ponorogo Dwi Santoso mengatakan, peningkatan kunjungan turut dipengaruhi musim panen durian. Sebelum pandemi, kunjungannya meningkat 30 persen saat panen durian Desember-Maret. ‘’Hampir setiap warga di sekitar telaga punya pohon durian,’’ katanya kemarin (20/2).
Warga sekitar telaga berharap dapat mendulang pendapatan segemilang masa sebelum pandemi. Di kawasan wisata itu terdapat 30 penginapan, 40 rumah makan, 120 pedagang kaki lima (PKL), 52 speedboat, petani keramba, serta pedagang pasar tradisional. ‘’Kalau tidak ditutup lagi, insya Allah target terpenuhi,’’ ujarnya.
Pemkab Ponorogo menarget Telaga Ngebel dapat menyumbang pendapatan asli daerah (PAD) Rp 2,2 miliar. Meningkat dari tahun sebelumnya sebesar Rp 1,7 miliar meski hanya terealisasi Rp 850 juta. ‘’Tahun lalu tutup delapan bulan, hanya buka mulai Januari-April,’’ terangnya. (kid/c1/fin/her)
Editor : Hengky Ristanto