Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Empat Sungai Besar di Ponorogo Mendesak Dinormalisasi

Hengky Ristanto • Selasa, 22 Februari 2022 | 03:46 WIB
SEDIMENTASI: Empat sungai di bawah kewenangan BBWS Bengawan Solo butuh dinormalisasi. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR PONOROGO )
SEDIMENTASI: Empat sungai di bawah kewenangan BBWS Bengawan Solo butuh dinormalisasi. (BAGAS BIMANTARA/JAWA POS RADAR PONOROGO )

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Banjir lokal yang menggenangi perkampungan dan persawahan tengah bulan lalu disebabkan luapan empat sungai besar. Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo mencatat sedimentasi terjadi di empat sungai. Mulai Kalisono, Kalisobo, Selopayung, hingga Kali Pelem. Sungai dengan lebar rata-rata 10-15 meter itu membentang dari Kecamatan Sambit, Sawoo, Jetis, Balong, hingga Slahung. ‘’Penyempitan badan sungai dan penumpukan material cukup tinggi,’’ kata Kepala DPUPKP Ponorogo Henry  Indrawardana.


DPUPR bersama BBWS Bengawan Solo telah survei. Henry mengusulkan segera dilakukan normalisasi. Mencakup pengerukan sedimentasi serta rehabilitasi tanggul. Apalagi mayoritas tanggul di sepanjang aliran sungai itu terbentuk secara alami berupa gundukan tanah. ‘’Sungai-sungai itu bermuara jadi satu ke Tempuran, kemudian masuk ke Kali Madiun,’’ ujarnya.


BBWS Bengawan Solo segera menindaklanjuti hasil survei. Termasuk menghitung kebutuhan anggaran dan volume pekerjaan. Sekaligus menentukan titik-titik sasaran normalisasi. ‘’Kewenangan kami melaporkan dan koordinasi, termasuk survei bersama BBWS Bengawan Solo,’’ terang Henry.


Sungai Slahung tak luput dari perhatian. Sungai selebar 10 meter itu lebih sempit dari wilayah hulu yakni bendungan atau dam Watu Putih yang mencapai 98 meter. Arusnya mengalir deras saat debit sungai meningkat sehingga menggerus tanggul sungai. ‘’Kami sudah usulkan, mudah-mudahan tahun ini sekalian dinormalisasi,’’ tuturnya.


BPBD Ponorogo mencatat 12 titik tanggul jebol. Tersebar di Desa Maguwan, Nglewan, Ngasinan, dan Muneng. Titik paling parah di Dusun Mantub, Ngasinan, yang berdampak terhadap 240 warga. Secara keseluruhan, 220 hektare sawah terendam banjir pada 13-14 Februari kemarin. (kid/c1/fin/her)

Editor : Hengky Ristanto
#Pemkab Ponorogo #banjir #ponorogo