PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Akselarasi dan pondasi pembangunan tuntas tergarap dalam kerja setahun Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko-Wakil Bupati (Wabup) Lisdyarita. Bahkan, kinerja keduanya mendapat apresiasi Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar Parawansa Sabtu (26/2) lalu. ‘’Pandemi gelombang tiga selesai, bisa berlari lebih kencang lagi,’’ kata Khofifah.
Khofifah meyakini Ponorogo bakal lebih hebat. Dia menilai seluruh dasar program dua tahun ke depan telah terencana dengan baik pada tahun pertama kerja kepala daerah. Mulai sektor budaya, wisata, tata kota, percepatan ekonomi, pengelolaan lingkungan, dan birokrasi pemerintahan yang dibangun dengan semangat gotong-royong. ‘’Sinergitas forkopimda (forum koordinasi pimpinan daerah, red), pemprov, kementerian terjalin dengan baik,’’ sebutnya.
Khofifah turut mengapresiasi kemajuan sektor pertanian di Ponorogo. Hasil produksi pertanian tembus sembilan ton per hektare. Lebih tinggi dibanding daerah lain di Jatim yang pernah dikunjunginya dengan kemampuan produksi lima ton per hektare. ‘’Kekuatan pertanian yang membuat suprise, apalagi menjadi mata pencaharian utama warga Ponorogo,’’ jelasnya.
Tak luput, gubernur turut mengapresiasi pengembangan sektor budaya. Indikatornya, reyog jadi nominasi tunggal pengakuan warisan budaya tak benda dari UNESCO. Itu tidak lepas dari proses regenerasi dan dukungan pelaku kesenian reyog. ‘’Di Sumut (Sumatera Utara, Red) ada 61 paguyuban reyog itu milik Ponorogo, di Papua ketemu reyog. Di berbagai daerah reyog digunakan untuk suguhan acara. Artinya reyog ada di mana-mana, itulah hebatnya Ponorogo,’’ ungkapnya.
Setahun kinerja Kang Giri --sapaan Sugiri Sancoko-- Bunda Rita --sapaan akrab Lisdyarita—terasa istimewa. KG turut berulang tahun tepat Sabtu lalu. ‘’Kami belum bisa memuaskan dalam setahun ini. Kami berjuang menempatkan dasar untuk program ke depan,’’ kata KG.
Selanjutnya, kata KG, menjadikan reyog sebagai alat untuk membangun Ponorogo, dengan didirikannya museum Reyog Ponorogo. Di museum tersebut disuguhkan sejarah kapan Reyog Ponorogo lahir, siapa bupati pertama, budaya apa saja, bagaimana hubungan dengan Mojopahit, bagaimana pertaniannya, hingga bagaimana ciri khas batiknya. “Kami pelan-pelan menjadikan adiluhur sebagai budaya literasi, juga sebagai pelecut perekonomian, dan kelak cucu kita menyaksikan bagaimana kebesaran nama Ponorogo,” ujarnya. (kid/aan/her)
Editor : Hengky Ristanto