PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kerusakan di jalur Ponorogo-Pacitan (Poci) Km 225-226 belum dapat ditangani permanen. Anggaran perbaikan cupet sehingga jalur nasional penghubung dua daerah itu hanya ditangani melalui dana pemeliharaan. ‘’Tahun ini anggarannya masih jauh dari ideal, jadi perbaikannya hanya diuruk dan dipadatkan,’’ kata Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (PJJ) UPT PJJ Madiun Jawa Timur Jarwoto, Kamis (31/3).
Tiga titik kerusakan itu bakal diuruk material pasir dan batu (sirtu). Perbaikan sementara itu termasuk dalam pos pemeliharaan jalur nasional. Tahun ini dianggarkan Rp 3 miliar. ‘’Pemeliharaan itu tidak hanya untuk jalan, tapi jembatan dan saluran,’’ jelasnya.
Anggaran tersebut harus dibagi untuk memelihara jalur Poci sepanjang 21 kilometer. Mulai Km 205 di perempatan Dengok hingga Km 226. Selain untuk pemeliharaan jalur Ponorogo-Biting sepanjang 20 kilometer. Adapun pemeliharaan dialokasikan untuk menambal jalan berlubang maupun retak. ‘’Anggaran yang ada hanya pemeliharaan rutin,’’ tegasnya.
Ditanya rekomendasi perbaikan permanen, Jarwoto menegaskan bahwa pihaknya sebatas berwenang melaporkan kondisi kerusakan terkini. Selebihnya, kewenangannya di tangan provinsi maupun pusat. Dia tidak menampik kerusakan di titik tersebut cukup mengkhawatirkan. ‘’Kami juga masih menunggu kebijakan perbaikan permanen mengingat bidang geser ada di kedalaman 30 meter dari permukaan jalan,’’ terangnya.
Pekerjaan rumah menahun itu menjadi tantangan tersendiri yang harus lekas diselesaikan. Kerusakan parah jalur Poci Km 225-226 tersebar di tiga titik. Lokasi longsor Minggu (27/3) lalu mengakibatkan badan jalan ambles selebar 4 meter dengan kedalaman 5-7 meter. Titik kedua, jalur sepanjang 200-an meter di dekat lokasi longsor tertimbun gundukan material tanah dan batu, jalan rusak menyerupai makadam. Titik ketiga, badan jalan ambles selebar 3 meter dengan panjang 12 meter di depan Masjid Darussalam, Desa Wates, Slahung. (kid/c1/fin/her)
Editor : Hengky Ristanto