Kepala Daerah se-Madiun Raya Dukung Reyog Diakui UNESCO

Hengky Ristanto • Dipublikasikan Jumat, 8 April 2022 | 09:25 WIB
KESENIAN TRADISIONAL: Reyog telah menjadi bagian dari seni Indonesia. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)
KESENIAN TRADISIONAL: Reyog telah menjadi bagian dari seni Indonesia. (BAGAS BIMANTARA/RADAR MADIUN)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Dukungan turut diserukan kepala daerah di Madiun Raya. Terutama agar reyog segera diakui dunia sebagai warisan budaya tak benda. ‘’Reyog asli Ponorogo, bukan milik negara lain. Kami sangat mendukung reyog Ponorogo diakui UNESCO,’’ kata Wali Kota Madiun Maidi, Jumat (8/4).


Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menegaskan bahwa reyog turut menjadi bagian dari seni budaya di tanah air. ‘’Reyog itu dari Ponorogo dan menjadi kebanggaan kita bersama. Kami dari Ngawi mendukung dan men-support reyog menjadi warisan budaya dunia,’’ tegas Ony.


Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, pengakuan UNESCO penting bagi jati diri dan perkembangan budaya asli Indonesia. ‘’Khusus untuk seni reyog asli Ponorogo yang saat ini berjuang mendapat pengakuan dari UNESCO, saya sebagai bupati Magetan sangat mendukung penuh. Agar bangsa ini semakin percaya diri dan punya jati diri,’’ tuturnya.


Sementara itu, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji sepaham dengan apa yang disuarakan sesama rekan kepala daerah di Madiun Raya. Sebagai daerah yang bersebelahan dengan Ponorogo, warga Pacitan turut mendukung perjuangan reyog mendapatkan pengakuan dunia. ‘’Reyog sangat pantas mendapat pengakuan dari UNESCO,’’ ungkapnya. (gen/naz/sae/ggi/fin/her)

Editor : Hengky Ristanto
reyog unesco ponorogo