PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Sambal sudah mengakar kuat bagi lidah orang Indonesia. Apa pun makanannya, rasanya kurang lengkap jika tak dibubuhi atau dicocoli sambal. Peluang ini ditangkap Ellis Risfantina Kartikasari dengan membuat sambal kemasan dengan beragam varian.
Kakak tingkat kuliah menjadi guru bagi Ellis dalam menggeluti bisnis kulineran ini. Usahanya terinspirasi dari bisnis kakak tingkat kuliahnya itu, 2018 silam. ‘’Awalnya saya coba membuat sambal ikan peda. Testernya saya kirim teman terdekat,’’ ujarnya, Jumat (15/4).
Di masa awal, Ellis belum tahu bagaimana cara supaya sambal olahannya tanpa pengawet dan micin. Setelah menghubungi kakak tingkatnya, barulah dia mendapatkan rahasianya. ‘’Saya dropship fashion yang sudah punya banyak reseller. Ketika mereka order pakaian, saya masukkan sambal untuk dicoba,’’ terangnya.
Dari situlah, sambal olahannya mulai banyak pesanan. Kini Ellis memproduksi 17 varian sambal. Mulai ikan peda, cumi, baby cumi, udang, teri, petai, keluak, bawang, terasi, sambal ijo, kurma, paru, tetelan sapi, lele asap, tuna, tongkol, dan kemiri. Dari semua varian itu, hanya tiga jenis yang jarang dipesan. Yakni, bawang, terasi, dan ijo. ‘’Mungkin ketiga sambal itu sudah terlalu familier dan konsumen bisa membuatnya sendiri,’’ tuturnya.
Harganya disesuaikan varian dan volume botol. Mulai 100 gram, 150 gram, hingga 200 gram. Sambal paling favorit dan mahal, juaranya tetap baby cumi. Maklum, bahan bakunya tidak mudah didapatkan. ‘’Bahan baku sambal untuk varian seafood saya datangkan dari Tulungagung,’’ ujarnya.
Ramadan ini, Ellis banjir pesanan. Sekali membuat sambal biasanya menghabiskan bahan 12 kg, kini naik tiga kali lipat menjadi 32 kg. Dia pun kerap melayani pesanan ribuan botol dari reseller di Batam, Riau, Jambi, Palembang, Balikpapan, Ketapang, Pontianak, Lombok, Bali, dan Jawa. ‘’Yang belum ada reseller-nya dari Sulawesi,’’ sebutnya.
Jelang Lebaran, Ellis bersiap membuat parsel sambal. Tiap bingkisannya berisikan enam sambal dengan ukuran sedang. Variannya tergantung permintaan. ‘’Sekarang ini sudah masuk pesanan 100 parsel,‘’ tuturnya. (fac/fin/c1/her)
Editor : Hengky Ristanto