Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Budaya Ngepop, Viral di Medsos Jadi Tren

Hengky Ristanto • Minggu, 15 Mei 2022 | 18:39 WIB
MOVIE: Popularitas film KKN di Desa Penari sempat trending di medsos. (AJI PUTRA/RADAR PONOROGO)
MOVIE: Popularitas film KKN di Desa Penari sempat trending di medsos. (AJI PUTRA/RADAR PONOROGO)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Trending topic di media sosial (medsos) memunculkan fenomena anyar. Dari film yang booming seperti KKN di Desa Penari, generasi milenial maupun netizen melampiaskan tren terbaru di medsos. Semisal, penggunaan kata-kata khodam yang sebelumnya tidak lazim dibicarakan anak muda. Generasi saat ini populer menggunakan kata itu untuk membuat konten video.


Gelora Yudaswara menyebut fenomena itu dengan istilah pos budaya ngepop (populer). Sesuatu yang viral di medsos seolah menjadi tren, mulai style, angle foto–video, hingga aksen berbahasa. Tren itu merangsang pengguna medsos untuk mendongkrak popularitasnya. ‘’Sebenarnya faktor horornya itu nggak dominan jika muncul tren kata-kata seperti khodam di medsos. Tapi, seperti inilah era disrupsi,’’ kata sineas Ponorogo itu.


Tren tersebut begitu cepat viral di medsos dan seolah menjadi populer di kalangan remaja. Namun, biasanya hanya seumuran jagung. Tren itu bakal tergantikan tren baru yang booming kemudian hari. Sebelumnya, film Layangan Putus juga meledak dan memunculkan tren baru. Diksi pelakor (pelaku adalah korban) sempat tren dan lazim dijadikan pilihan diksi dalam setiap perbincangan. ‘’Kala itu, liburan Cappadocia, Turki, sempat menjadi tren pencarian di Google,’’ jelasnya.


Ditarik mundur, film pendek berjudul Tilik yang diproduksi 2018 lalu juga meledak dua tahun kemudian. Istilah solutif yang diucapkan Bu Tejo, pemeran utama dalam film produksi Ravacana Films, itu juga sempat menjadi tren di masyarakat. Bahkan menjadi tagar yang viral dalam posting-an di medsos. ‘’Faktornya memang medsos, tapi post-budaya populer ini bisa cepat booming sekaligus cepat bergeser dan tergantikan tren baru dalam waktu sangat singkat. Istilahnya ngepop,’’ urainya.


Sebelum Lebaran, Ziarah juga sempat menjadi film paling dicari di medsos. Gelora pernah screening film rilisan 2016 itu ketika Tadarus Film di Ponorogo, 2019 silam. Justru ketika itu yang hadir hanya kalangan pegiat film yang jumlahnya tak genap 20 orang. ‘’Suatu produk belum tentu booming seketika itu. Tapi, bisa meledak beberapa tahun kemudian,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin)

Editor : Hengky Ristanto
#film #ponorogo