Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

BPCB Jatim Sebut Banyak Artefak Purbakala di Ponorogo Terserak

Hengky Ristanto • Selasa, 31 Mei 2022 | 03:47 WIB
EKSKAVASI GUA LAWA: Dua arkeolog Belanda sudah lebih dahulu melakukan penggalian hampir seabad yang lalu.
EKSKAVASI GUA LAWA: Dua arkeolog Belanda sudah lebih dahulu melakukan penggalian hampir seabad yang lalu.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ponorogo belum punya museum. Padahal, benda-benda peninggalan purbakala banyak ditemukan di Kota Reog ini. Bahkan, peradaban di Ponorogo telah ditemukan sekitar 3.000-7.000 sebelum Masehi.


Banyak benda purbakala yang terserak di sejumlah desa. Seperti hasil peninjauan arkeolog Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur di Desa Carangrejo, Sampung, awal Maret. Temuan yang dikunjungi berupa batu lumpang dan satu batu yoni dalam keadaan rusak. Beberapa sisinya sudah geripis tidak sempurna. ‘’Untuk penanganan batu yoni ini sudah aman, masyarakat sudah membuat pagar pembatas,’’ kata arkeolog BPCB Jatim Nonuk Kristiana, Senin (30/5).


Namun, benda purbakala itu belum sepenuhnya tersimpan dengan baik. Akibatnya, beberapa batu yang dirawat warga setempat rentan rusak. Nonuk menyebutkan, hasil identifikasi di lapangan merupakan interpretasi awal. ‘’Nantinya ada rekomendasi yang akan ditindaklanjuti pemerintah daerah setempat,’’ ujarnya.


Sementara ini, Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo menyimpan benda-benda bersejarah di Balai Penyelamatan. ’’Museum sementara’’ itu meminjam gedung aset milik pemkab di kompleks Kantor Kelurahan Kertosari, Babadan. ‘’Ponorogo belum memiliki museum, sungguh sangat ironi dengan berbagai fakta empiris bukti sejarah temuan di lapangan,’’ kata Kadisbudparpora Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi.


Judha mengatakan, di lokasi sementara itu tersimpan benda-benda purbakala. Jumlahnya mencapai 170-an. Berupa peninggalan batu, arca, serta fragmen-fragmen yang tak lagi utuh. Benda-benda itu telah teridentifikasi dan berlabel. ‘’Di mana saja lokasi penemuannya, kami identifikasi dan tampung di sana,’’ ujarnya.


Judha memastikan kabupaten ini kaya akan bukti sejarah. Temuan peradaban manusia prasejarah dibuktikan dengan Sampung bone culture di Gua Lawa, Sampung. Di lokasi itu ditemukan kerajinan, anak panah, dan perkakas dari tulang. ‘’Ini peradaban prasejarah. Bagaimana tulang tidak lapuk masih awet, ternyata dibakar. Itu menunjukkan bahwa masyarakat purbakala saat itu sudah mengenal dan memanfaatkan api,’’ urainya.


Ditarik ke era klasik, temuan Prasasti Candra Geni di Pudak Kulon, Pudak, menjadi salah satu bukti. Artefak itu digunakan tempat pembelajaran. Mulai penulisan aksara hingga belajar agama. Kini, prasasti itu disimpan di Museum Nasional Indonesia. ‘’Karena itu, butuh museum untuk menyimpan benda-benda yang ditemukan, dinarasikan, serta buku-buku sejarah untuk referensi,’’ tuturnya. (kid/c1/fin)

Editor : Hengky Ristanto
#artefak #cagar budaya #BPCB Trowulan #ponorogo