PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Ratusan reog obyok tampil massal di sepanjang Jalan H.O.S. Cokroaminoto dan Jenderal Sudirman kemarin (10/8) sore. Penampilan dari 312 grup reog secara bersamaan itu menunjukkan regenerasi seni di kabupaten ini tak pernah mati. ‘’Ini menunjukkan transmisi kebudayaan. Kaderisasi tidak berhenti, reog pasti akan langgeng,’’ kata Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko.
Grup reog berasal dari seluruh desa di Ponorogo. Rencananya ada 307 grup tampil, namun animo seniman melebihi ekspektasi. Dari ratusan pembarong itu, Intan Ayu Paramita Sari cukup menarik perhatian. Dia satu-satunya pembarong perempuan yang tampil. Mengangkat dadak merak berukuran 2,25 meter dengan beratnya lebih 80 kilogram. Pembarong asal Desa Patihan Kidul, Siman, itu tampak bersemangat mengibaskan dadak merak. Seolah tak ingin kalah dari pembarong yang lazimnya dimainkan laki-laki. ‘’Coba pertama main reog, pingsan. Latihan rutin, setiap hari olahraga, bisa kuat sampai sekarang,’’ ujar perempuan 28 tahun yang pernah tampil di Kalimantan dan Sumatera itu.
Pertunjukan sehari jelang Hari Jadi Ke-526 Ponorogo itu menarik animo berbagai kalangan. Rafi Andrean, warga Sidoarjo, mengajak serta lima orang temannya. Dia rela jauh-jauh menempuh jarak 193,1 kilometer untuk mengobati kerinduannya pada pentas reog. ‘’Dua tahun tidak bisa lihat pertunjukan karena ada Covid-19,’’ kata Rafi. (mg2/c1/kid)
https://youtu.be/VuraPuLUWzE
Editor : Hengky Ristanto