Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

BBM Nonsubsidi Turun Harga, Pertalite dan Solar Tetap Menjadi Primadona

Hengky Ristanto • Minggu, 4 September 2022 | 01:30 WIB
SPBU: BBM nonsubsidi yang sejatinya turun harga, kurang begitu diminati. Terlebih bagi kalangan konsumen penyedia jasa transportasi umum. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)
SPBU: BBM nonsubsidi yang sejatinya turun harga, kurang begitu diminati. Terlebih bagi kalangan konsumen penyedia jasa transportasi umum. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bahan bahan minyak (BBM) nonsubsidi sejatinya turun harga. Namun, tak banyak warga meliriknya. Sebagian besar lebih memilih mengular panjang di jalur stasiun BBM subsidi. Sampai kini, pertalite dan solar masih menjadi primadona.


Jais Rusdianto, sopir bus asal Ponorogo, lebih memilih antre ketimbang membeli BBM nonsubsidi. Sebab, menggunakan BBM subsidi itu cukup memangkas biaya operasional. Jika menggunakan BBM nonsubsidi, biayanya tidak sesuai dengan penghasilan yang didapat. ‘’Rugi kalau mau beli yang nonsubsidi untuk kendaraan seperti ini,’’ kata Jais, Sabtu (3/9).


Kendati demikian, sebagian warga lain langsung memilih menggunakan BBM nonsubsidi. Selain menghindari antrean panjang, mereka merasakan keunggulan dari bahan bakar tersebut. Seperti Miskan, salah seorang ojek di Pangkalan Seloaji. Dia sudah lama memilih untuk menggunakan pertamax. ‘’Pembakarannya lebih cepat dan di mesin lebih enak dibanding dengan pertalite,’’ ucapnya.


Harga menyesuaikan kualitas. Meskipun harga BBM nonsubsidi lebih mahal, namun kualitasnya lebih bagus. Salah satunya pertamax turbo. Formulanya yang dirancang lebih efisien, membuat mesin kendaraan lebih tahan lama dan tidak mudah berkarat.


Di SPBU 54.634.04, Cekok, Babadan, pembelian pertamax turbo 98 dan Pertamina dex stabil. ‘’Kebanyakan masyarakat yang membeli BBM nonsubsidi karena kehabisan. Bahkan ada juga yang tidak jadi beli,’’ kata Ari Krissutanto, pengawas SPBU 54.634.04, Cekok, Babadan.


Di SPBU 54.634.04, Cekok, Babadan, pertamax turbo 98 per harinya habis di kisaran 50 liter, sementara Pertamina dex 500 liter per hari. Tidak ada pembatasan jumlah kuota, tidak seperti BBM subsidi. Jadi, penyaluran dari distributor tergantung permintaan di SPBU.


‘’Kalau kurang tinggal minta untuk dikirim lagi dan bisa langsung dikirim. Pertamax ada sedikit peningkatan di bulan September ini. Setelah berjalan sistem digital subsidi tepat, biasanya 2.500 liter per hari. Sekarang menjadi 3.200 liter per hari,’’ urainya.


Seperti diketahui, ada empat jenis BBM nonsubsidi. Tiga jenis di antaranya turun harga, yakni Pertamina dex dari Rp 18 ribu menjadi Rp 17.400 per liter, pertamax turbo dari Rp 17.900 menjadi Rp 15.900 per liter, serta dexlite dari Rp 17.800 menjadi Rp 17.100 per liter. Sementara jenis pertamax masih tetap di harga Rp 12.500 per liter. (mg2/kid/c1/fin)

Editor : Hengky Ristanto
#pertamina #BBM #solar #Pertalite #SPBU #ponorogo