PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Bus Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia (DAMRI) menjadi satu-satunya transportasi publik yang melewati rute jalan perintis. Menghubungkan antarkabupaten melewati rute ekstrem yang tak biasa ditempuh transportasi umum kebanyakan. Rute itu sekaligus membuka aksesibilitas bagi warga di pelosok.
Angkutan perintis DAMRI melewati jalur Ponorogo-Tulungagung via Gunung Sooko. Medan yang ditempuh merupakan jalan yang cukup ekstrem. Banyak kerusakan dan berlubang, sempit, berkelok, juga naik turun melewati kawasan pegunungan. Total jarak yang ditempuh mencapai 5.184 kilometer setiap hari.
Tak semua angkutan umum berani melewati jalur yang cukup ekstrem tersebut. Bagaimana tidak? Jalur yang sempit itu langsung bersisihan dengan jurang yang cukup curam. Hanya kendaraan pribadi yang kerap lalu-lalang.
Adapun rute yang dilewati yakni Terminal Seloaji (Kabupaten Ponorogo)-Pulung-Sooko-Pagerwojo–Terminal Gayatri (Kabupaten Tulungagung) pemberangkatan dari masing-masing titik. Ada dua unit bus medium yang beroperasi dengan kapasitas masing-masing 19 kursi. ‘’Okupansi hari biasa masih di bawah 30 persen dan hari libur atau hari besar lainnya di atas 30 persen,’’ kata General Manager (GM) Perum DAMRI Ponorogo Nico Rahardian Saputra, Minggu (4/9).
Jalur perintis lain, mengoneksikan Ponorogo dengan Wisata Sarangan. Melewati rute Terminal Seloaji–Danyang–Lembeyan–Parang–Poncol-Plaosan–Sarangan.
Juga perjalanan menghubungkan Ponorogo-Pacitan. Melewati Kecamatan Badegan (Ponorogo)–Kecamatan Purwantoro (Wonogiri)–Kismantoro (Wonogiri)–Terminal Jeruk Pacitan. Sedangkan Ponorogo-Madiun, melewati Mlilir-Slambur-Dolopo-Pagotan-Hotel Aston Madiun-Tugu Titik Nol Kota Madiun-alun-alun Kota Madiun-Pahlawan Street Center (PSC)-Stasiun Madiun-kawasan perkantoran Kabupaten Madiun-Stasiun Caruban-Terminal Caruban.
Bus DAMRI juga mengambil pasar pariwisata dengan menyediakan empat armada bus kecil berisikan 12 tempat duduk. Trayek pariwisata, Stasiun Madiun-Pantai Klayar Pacitan dan Terminal Caruban-Telaga Ngebel. ‘’Penumpang untuk trayek pariwisata bisa mencapai 50-60 persen peminat,’’ urainya.
Nico berharap, dengan hadirnya pelayanan DAMRI bisa menjadi salah satu cara untuk membantu masyarakat dalam memudahkan mobilitas dan aktivitas sehari-hari. (mg2/kid/c1/fin)
Editor : Hengky Ristanto