Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Kontraktor Lift Gedung Lantai Pemkab Ponorogo Mundur, Ini Penyebabnya

Hengky Ristanto • Senin, 19 September 2022 | 21:45 WIB
PUSAT PEMERINTAHAN PONOROGO: Graha Krida Praja menjulang setinggi delapan lantai.
PUSAT PEMERINTAHAN PONOROGO: Graha Krida Praja menjulang setinggi delapan lantai.

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Pemenang lelang perbaikan lift Gedung Lantai 8 mundur. Pihak kontraktor keberatan lantaran harga peralatan lift maupun material pendukungnya naik seiring kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) beberapa waktu lalu. Alias besar pasak daripada tiang.


Kabag Umum Sekretariat Daerah (Setda) Ponorogo Heru Budi Santoso menyatakan bahwa penyedia memutuskan mundur sebelum memasuki tahapan penandatanganan kontrak. Kendati ada pemenang cadangan berikutnya, namun ketiga pemenang cadangan turut mundur saat disodori kontrak. ‘’Lelang sudah, pemenang didapatkan, tapi pemenang maupun cadangan mundur bersamaan kenaikan harga BBM,’’ kata Heru, Senin (19/9).


Lelang tetap diulang meskipun diperkirakan tidak ada penyedia yang berani mengajukan penawaran. Sebab, seluruh peranti lift harus diimpor dari luar negeri. Pun harga peralatan terbaru pasca kenaikan harga BBM lebih tinggi dibanding anggaran pengadaan yang telah direncanakan sebelumnya.


‘’Harusnya tahun ini diganti (lift, Red), tapi memang situasi dan kondisi kenaikan BBM tidak dapat diprediksi. Kami tetap berjalan sesuai kemampuan dan bekerja sama dengan vendor pemenang lelang,’’ lanjutnya.


Heru memastikan penyesuaian kebutuhan anggaran terhadap kenaikan BBM tidak dapat dilakukan. Perencanaan telah ditetapkan dan harus dijalankan. Kendati demikian, jika tidak dapat terealisasi tahun ini, pihaknya bakal mengusulkan tahun depan. Dengan catatan kebutuhan anggaran disesuaikan dengan harga BBM terbaru. ‘’Tahun ini nggak bisa ada penyesuaian anggaran meskipun BBM naik, karena anggaran jauh hari sudah ditetapkan,’’ ungkapnya.


Adapun kebutuhan anggaran yakni Rp 1,2 miliar. Duit itu dialokasikan untuk perbaikan dua lift sekaligus. Heru berharap ada penyedia yang mengajukan penawaran dengan besaran anggaran tersebut. Sehingga pekerjaan dapat direalisasikan tahun ini. ‘’Dalam waktu singkat ini akan kami lelang kembali, mudah-mudahan ada penyedia yang mengajukan penawaran,’’ tuturnya.


Seharusnya pekerjaan fisik perbaikan lift mulai digeber. Mengingat saat ini hanya ada satu lift yang beroperasi. Satu lift lain rusak dan terpaksa tidak beroperasi. Dampaknya, mobilitas naik-turun lantai delapan tersendat. Bahkan, pegawai yang hendak turun terpaksa harus ikut naik ke lantai atas mengikuti alur operasional lift. ‘’Sejak gedung lantai 8 ini berdiri, lift belum pernah diganti,’’ bebernya.


Heru menambahkan, pemeliharaan satu lift tersebut bakal ditingkatkan. Agar tidak menyusul rusak seperti lift satunya. Dia mengakui keberadaan lift di Gedung Lantai 8 atau Graha Krida Praja penting untuk efektivitas mobilisasi naik-turun pegawai. Pun membantu abdi negara dalam menjalankan tugasnya. ‘’Pemeliharaan ditingkatkan, jangan sampai satu lift ini nanti rusak,’’ pungkasnya. (kid/c1/fin) 

Editor : Hengky Ristanto
#Gedung Lantai 8 #perbaikan lift #Harga Peralatan Impor Naik #kontraktor #Kenaikan Harga BBM