Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kabar Penculikan Anak di Ponorogo Itu Hoaks

Hengky Ristanto • Jumat, 30 September 2022 | 23:30 WIB
HOAKS: Polisi mengklarifikasi kabar penculikan anak yang ramai di medsos tidaklah benar. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)
HOAKS: Polisi mengklarifikasi kabar penculikan anak yang ramai di medsos tidaklah benar. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)

PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Kabar burung tentang penculikan anak menjadi perbincangan hangat di media sosial (medsos). Tersiar kabar bahwa anak berinisial Y, asal Kecamatan Badegan, menjadi korban penculikan kemarin (29/9). Polisi memastikan informasi itu palsu alias hoaks.


‘’Kami sudah datang ke rumah anak bersangkutan untuk mengklarifikasi. Ternyata berita yang tersebar adalah hoaks,’’ kata Kapolsek Badegan Iptu Agus Wibowo, Jumat (30/9).


Agus menceritakan, kabar simpang siur itu bermula dari kekecewaan Y kepada ayahnya. Lantaran sang ayah dua kali tak menepati janjinya membelikan ikan Channa. Senyatanya, sang ayah telah membelikan ikan Channa, namun tak berselang lama mati. Y kemudian meminta dibelikan ikan Channa kembali. ‘’Di rumah hanya dengan bapaknya, ibu bekerja di Taiwan,’’ lanjutnya.


Sang ayah menjanjikan membelikan ikan Channa sebelum acara pernikahan pukul 15.00 Kamis (22/9) pekan lalu. Y merasa kesal, karena saat bangun tidur sang ayah sudah berangkat sendirian ke acara pernikahan.


Akhirnya, Y pergi menuju tempat penjual ikan Channa di Desa Tegalombo, Kauman, yang berjarak sekitar lima kilometer dari rumahnya. ‘’Saat di tengah jalan, dia ditegur tetangganya dan disuruh pulang. Setelah itu, dia pulang ke rumah,’’ beber Kapolsek.


Y kembali ke rumah, namun hanya untuk mengembalikan sepedanya. Dia kemudian berjalan kaki menuju penjual ikan Channa. Di tengah perjalanan, dia kelelahan dan tertidur di pinggir jalan. ‘’Ada seorang ibu pencari rumput tanya di mana rumahnya, dijawab oleh si anak. Ibu itu bilang kok jauh sekali, gimana ceritanya. Nah, si anak mengarang cerita dirinya diculik,’’ urainya.


Agus membeberkan bahwa Y bercerita pada ibu itu bahwa diculik oleh lima orang. naik mobil boks dan dilakban. Pun anak itu bercerita sambil menangis. ‘’Setelah kami tanya dari hati ke hati, ternyata itu hanya karangan. Si anak kecewa lantaran tidak segera dibelikan ikan Channa. Jadi, informasi penculikan anak itu tidak benar,’’ tegasnya. (mg2/c1/kid)

Editor : Hengky Ristanto
#hoaks #penculikan anak #penculikan #ponorogo