PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Orang kalau sudah pegang handphone seperti berada di dunia lain. Tidak fokus saat diajak berbicara, apalagi saat berkendara. Sepenting apa pun panggilan atau pesan yang diterima, sebaiknya menepikan kendaraannya sejenak jika ingin mengangkat handphone.
Mobil integrated node capture attitude record (INCAR) milik Satlantas Polres Ponorogo tak segan menjepret dan mengirim surat tilang ke alamat pengendara. Bagi yang kedapatan berkendara sembari bermain handphone, siap-siap saja menerima.
‘’Panggilan berdering, pengendara ambil handphone. Dalam hitungan detik, konsentrasi hilang. Itu berpotensi besar menyebabkan kecelakaan,’’ kata Kanit Kamsel Satlantas Polres Ponorogo Ipda Abdul Cholik.
Di Ponorogo, angka laka lantas meningkat 38 persen. Dari 364 kejadian (Januari-September 2021) menjadi 590 kejadian (Januari-September 2022). Tren kenaikan itu terjadi sejak pandemi Covid-19 melandai. ‘’Mobilitas meningkat, tren laka lantas naik,’’ ungkapnya.
Cholik menyebut bahwa mayoritas penyebab laka lantas adalah human error. Dipicu kondisi jalan, cuaca, konsentrasi berkurang, dan paling sering berkendara sambil bermain handphone. Faktor itu berkorelasi dengan peningkatan laka lantas yang melibatkan anak di bawah umur.
Sebanyak 57 kejadian (Januari-September 2021) naik 40 persen menjadi 95 kejadian (Januari-September 2022). Mayoritas adalah pelajar dengan waktu kejadian kebanyakan saat berangkat maupun pulang sekolah. (kid/c1/fin)
Editor : Hengky Ristanto