PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Ponorogo punya anggaran penanganan darurat bencana alam yang lumayan tinggi. Pos belanja tidak terduga (BTT) tahun ini bertambah menjadi Rp 14,2 miliar. Itu setelah dana cadangan pe milihan kepala daerah (pilkada) Rp 5 miliar pada perubahan anggaran keuangan (PAK) tahun ini dicoret.
Pengalihan anggaran cadangan pilkada ke pos BTT itu sebagaimana rekomendasi gubernur. BMKG telah memprediksi musim hujan tahun ini lebih cepat dari jadwal yang diperkirakan terjadi akhir Oktober atau awal November.
Sekda Ponorogo Agus Pramono mengungkapkan, pos BTT pada APBD induk tahun ini mencapai Rp 9,2 miliar. Dengan adanya pengalihan dana cadangan pilkada pada PAK ini, dana BTT dipastikan bertambah menjadi Rp 14,2 miliar. "Tahun ini pos BTT dalam APBD induk Rp 9,2 miliar ditambah pengalihan dana cadangan pilkada pada PAK ini," katanya, Senin (17/10).
Agus Pram, sapaan sekda, menambahkan, sebagian anggaran BTT pada APBD induk telah terserap. Paling banyak untuk penanganan penyakit mulut dan kuku (PMK) yang telah dinyatakan darurat. Kendati pihaknya kurang hafal persis prosentase alokasi BTT untuk penanganan PMK. "Paling banyak terserap untuk penanga nan PMK," ujarnya.
Pihaknya berharap tidak ada bencana jelang akhir tahun nantinya. Sehingga anggaran Rp 5 miliar yang dialihkan ke BTT tersebut dapat dialokasikan kembali untuk anggaran pilkada tahun depan. "Harapannya tidak terjadi bencana, Ponorogo aman," pungkasnya. (kid/fin)
Editor : Hengky Ristanto