PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - Rentetan bencana seperti tak ada habisnya hingga menyebabkan kerugian material dalam jumlah besar. Penanganan pasca bencana masih berjalan hingga kemarin (19/10). BPBD Ponorogo melakukan inventarisasi dampak bencana alam.
Kalaksa BPBD Ponorogo Henry Indrawardana menyebut bencana alam diketahui meluas mendasar hasil inventarisasi. Total ada 36 kejadian yang diakibatkan perubahan cuaca ekstrem.
Banjir luapan sungai melanda beberapa kecamatan seperti Jetis, Mlarak, Kauman, Sambit, dan Siman. Sedangkan, tanah longsor terjadi di Kecamatan Pulung, Sooko, dan Sawoo. "Kejadian yang disebabkan hujan selama satu hari sudah saya laporkan pimpinan," kata Henry, Kamis (20/10).
Henry menyatakan, paling parah dampak tanah longsor yang merusak sedikitnya 56 rumah. Tertinggi di Kecamatan Sawoo yang menyebabkan 37 rumah rusak akibat tanah longsor. Yakni Desa Pangkal satu rumah, Sriti tiga rumah, Tumpakpelem satu rumah, dan paling banyak di Desa Tempuran 32 rumah rusak tertimbun tanah longsor.
Selain itu, tanah longsor juga merusak enam akses jalan. Lima di antaranya terjadi di Kecamatan Sawoo. Mayoritas material longsor menutup badan jalan. Sedangkan satu ruas jalan di antaranya di Dukuh Bangunsari, Desa Wagir Kidul, Pulung putus akibat longsor. "Paling banyak memang tanah longsor di Sawoo," ujarnya.
Pihaknya masih berhitung dampak kerugian material (kermat) yang ditimbulkan akibat bencana alam tersebut. Henry mengingatkan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi tidak menutup kemungkinan terjadi.
Apalagi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah mewarning adanya potensi bencana yang diakibatkan hujan deras hingga 22 Oktober ke depan. "Untuk kermat masih perlu kami hitung dan koordinasi dengan instansi terkat," ujarnya.
Bencana yang terjadi sebenarnya telah dipetakan BPBD Ponorogo sejak awal. Potensi peta rawan bencana dibagi menjadi empat jenis bencana alam. Rawan longsor di Kecamatan Ngebel, Pulung, Sooko, Pudak, Sawoo, Ngrayun, Slahung, Sambit, Balong, Jenangan, Badegan, dan Kecamatan Jambon.
Peta rawan banjir di antaranya Kecamatan Ponorogo, Babadan, Siman, Mlarak, Jetis, Sawoo, Sambit, Balong, Kauman, Sampung, dan Sukorejo.
Angin kencang berpotensi di seluruh kecamatan, paling parah berdasarkan peta yang sudah terjadi menjulur dari Babadan, Siman, Jetis, Balong bagian timur, Bungkal, Balong, dan Sampung. Serta dampak gunung meletus di seluruh kecamatan mengingat secara geografis kabupaten ini berbentuk seperti cerukan atau mangkule. (kid/fin)
Editor : Hengky Ristanto