Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPKP) Ponorogo Jamus Kunto Purnomo mengungkapkan, revitalisasi ini dimulai sejak beberapa hari lalu. Tahapan pekerjaannya kini penggalian fondasi. ‘’Revitalisasi ini untuk memperluas dan mempercantik,’’ katanya.
Anggaran permak panggung utama itu memanfaatkan dana corporate social responsibility (CSR) dari Bank Jatim sebesar Rp 200 juta. Selain penambahan dimensi panggung utama, anggaran itu juga untuk memoles bagian dinding belakang. ‘’Sesuai rencana, akhir Desember selesai,’’ ungkapnya.
Jamus menjelaskan permak itu bagian dari tahapan face-off panggung utama. Rencananya, panggung utama bakal ditambahkan gedung penyimpanan alat dan ruang kesehatan di samping kanan kiri panggung. Selain itu bakal dipasang atap panggung yang dapat dibuka dan ditutup menyesuaikan kebutuhan.
‘’Walaupun hujan jadi tetap bisa so must go on, maka dipasang atap. Ini rencana ke depannya,’’ jelasnya.
Kendati demikian face-off itu tidak dapat langsung dilaksanakan tahun ini. Jika disetujui dalam R-APBD 2023, maka face-off dapat direalisasikan tahun depan. Total estimasi kebutuhan anggaran diperkirakan mencapai Rp 10 miliar.
‘’Anggaran paling tinggi untuk pemasangan atap panggung yang bisa dibuka dan ditutup,’’ ungkapnya. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto