Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Ternyata, Pemenang Lelang Proyek MRMP Kontraktor Gedung Lantai 8

Hengky Ristanto • Rabu, 14 Desember 2022 | 19:38 WIB
GAS POL: Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bersama jajaran mengundang PT Widya Satria, pemenang lelang proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban dalam rapat koordinasi di Ruang Bantarangin, Selasa (13/12). (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)
GAS POL: Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko bersama jajaran mengundang PT Widya Satria, pemenang lelang proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban dalam rapat koordinasi di Ruang Bantarangin, Selasa (13/12). (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)
PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Tak berlaku rumus ngaret untuk eksekusi proyek Monumen Reog dan Museum Peradaban (MRMP). Dalam 1-2 hari ke depan, kontraktor bakal teken kontrak. Senin (12/13), pemkab mengundang PT Widya Satria di Ruang Bantarangin.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko menjamu langsung pimpinan PT Widya Satria. Dia ingin memastikan pengambilan keputusan di tingkat hulu tidak keluar dari rule. Dia sadar proyek kelas kakap itu menelan anggaran jumbo senilai Rp 84 miliar.

‘’Saya harus turun, tidak memberi intervensi. Tapi mengingatkan bahwa hulu tidak boleh salah mengambil keputusan,’’ katanya.

Kang Giri, sapaan bupati, tak menghendaki megaproyek ini dikerjakan asal-asalan. Proyek mercusuar harus dikerjakan dengan detail. Terpenting, menurutnya, seluruh proses tidak keluar dari jalur regulasi yang ada. ‘’Karena proyek ini besar, harus detail. Hulu dan hilir harus aman, tidak boleh ada yang salah,’’ lanjutnya.

Kang Giri ingin sebelum tahun baru sudah digelar tumpengan sebagai penanda dimulainya pengerjaan. Dia meyakini MRMP bakal menjadi destinasi wisata berbasis budaya yang memberikan sumbangsih ekonomi bagi kabupaten ini.

‘’Ponorogo harus punya wisata pemikat berbasis budaya. Banyak dikunjungi orang, menaikkan okupansi, ekonomi tumbuh, UMKM ikut tumbuh, dan Ponorogo menjadi baik serta besar,’’ ujarnya.

Ternyata, pemenang megaproyek itu bukanlah kontraktor baru yang memenangkan proyek di kabupaten ini. Proyek monumental sekelas Gedung Lantai 8 rupanya juga dikerjakan PT Widya Satria. Asal diketahui, Gedung Lantai 8 pada saat pembangunannya dulu menjadi gedung pemerintahan tertinggi di Jawa Timur.

Sementara Monumen Reog setinggi 126 meter itu bakal menjadi patung tertinggi di Indonesia. Lima meter melampaui ketinggian Garuda Wisnu Kencana (GWK) yang kini masih bertengger pada urutan ketiga patung tertinggi di dunia.

Kepala Disbudparpora Ponorogo Judha Slamet Sarwo Edi meyakini pemenang lelang punya segudang pengalaman untuk menuntaskan pekerjaan berkualitas jempolan. Saat ini pihaknya tengah berkonsentrasi menuntaskan kelengkapan administrasi dokumen kontrak. Sesuai timeline, teken kontrak dilakukan 1-2 hari ke depan.

‘’Setelah mereka (PT Widya Satria, Red) memperkenalkan diri, ternyata yang mengerjakan pembangunan Lantai 8. Dari kualitas bangunan sudah bisa dilihat sendiri, seperti apa profesionalitasnya. Ini jadi pengalaman tersendiri,’’ kata Judha.

PT Widya Satria bakal terikat multi years contract selama tiga tahun anggaran berjalan. Dimulai tahap I tahun ini dengan alokasi anggaran Rp 30 miliar, tahap II (2023) Rp 25 miliar, serta tahap III (2024) Rp 30 miliar.

Adapun eksekusi pekerjaan di tahap I yakni pembangunan konstruksi bangunan utama Monumen Reog. ‘’Ada market sounding untuk dikenalkan kepada investor. Tahapan yang sudah berjalan ini sudah sesuai timeline yang direncanakan,’’ pungkasnya. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto
#Gedung Lantai 8 #pt widya satria #museum peradaban #lelang proyek #Proyek MRMP #Pemkab Ponorogo #kontraktor #proyek pembangunan #Monumen Reog