Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Temu Tani di Ponorogo, Pupuk Kaltim Pastikan Kesinambungan Program Agrosolution

Hengky Ristanto • Senin, 19 Desember 2022 | 16:52 WIB
DUKUNG PERTANIAN PONOROGO: Pupuk Kaltim mendukung pertanian di Bumi Reog melalui program Agrosolution. (ISTIMEWA)
DUKUNG PERTANIAN PONOROGO: Pupuk Kaltim mendukung pertanian di Bumi Reog melalui program Agrosolution. (ISTIMEWA)
PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) terus menegaskan berkontribusi mendorong peningkatan di sektor pertanian. Ini bertujuan mendukung program ketahanan pangan nasional pada beragam komoditas.

Caranya, dengan menyediakan pupuk berkualitas secara memadai, serta menjalin kerjasama dengan para petani dan pemerintah daerah di berbagai wilayah Indonesia. Dengan begitu, para petani mendapat pendampingan langsung secara berkala.

VP Marketing Business Partner Korporasi Pupuk Kaltim Indah Febrianty mengungkapkan, Pupuk Kaltim berupaya meningkatkan dukungan terhadap produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di Indonesia. Melalui edukasi tata kelola pertanian dan penyediaan pupuk berkualitas hingga program pendampingan seperti Agrosolution.

Di Ponorogo, pelaksanaan program Agrosolution selaras dengan program 'Ponorogo Mandiri Benih' dalam menghasilkan bibit jagung unggulan. "Sesuai dengan tujuan program, Agrosolution digagas meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani melalui pendampingan secara optimal," ujar Indah, saat acara Temu Tani dan Gelar Pangan Pasar Murah Ponorogo, Selasa (13/12).

Sejauh ini, Agrosolution di Ponorogo direalisasi pada komoditas jagung, dengan luas tanam mencapai 573,17 hektare di Kecamatan Jetis, Kecamatan Ngrayun, dan Kecamatan Siman. Panen yang dihasilkan rata-rata 14 ton/hektare.

Selain jagung, juga kacang tanah di Kecamatan Jambon, yang diawali edukasi pengomposan menggunakan produk Biodex bagi para petani. ''Guna memaksimalkan lahan garapan dengan meningkatkan unsur hara pada tanah. Program ini pun sudah bermitra dengan Garudafood, sebagai off taker pasca panen,'' kata Indah.

Dijelaskan Indah, Agrosolution merupakan salah satu program Kementerian BUMN yang dilaksanakan Pupuk Indonesia Grup bersama anak perusahaan. Program ini melibatkan stakeholder terkait melalui sinergi antara BUMN.

"Mulai dari pembiayaan, asuransi, benih, pupuk, pestisida, dan mekanisasi pertanian, hingga off taker yang sangat dibutuhkan para petani untuk jaminan pembelian dengan harga yang baik," jelasnya.

Dengan lancarnya program Agrosolution, diharapkan petani dapat meraih hasil panen yang maksimal. Ini didukung kepastian pembelian serta asuransi untuk solusi gagal panen. ''Ini juga bagian dari upaya Pupuk Kaltim dalam menekan ketergantungan petani terhadap pupuk bersubsidi, dengan menyediakan beragam produk non subsidi yang telah teruji kualitasnya,'' terang indah.

Photo
Photo
SOLUSI: program Agrosolution digadang dapat menekan ketergantungan pupuk subsidi di kalangan petani. (ISTIMEWA)

Kombinasi produk Pupuk Kaltim seperti Urea Daun Buah, NPK Pelangi, Ecofert dan Biodex terbukti mampu meningkatkan produktivitas tanaman pangan dengan berbagai jenis lahan. Juga produk terbaru NPK Pelangi JOS, yang merupakan perpaduan pupuk kimia dan hayati pertama di Indonesia untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tanaman.

Penyerapan unsur hara lebih efisien karena terbantu mikroba, sehingga mampu melarutkan fosfat dan mengikat nitrogen. Keunggulan produk ini pun telah teruji di berbagai daerah dengan beragam komoditas.

"Untuk itu, kolaborasi yang baik antara Pupuk Kaltim dengan para petani dan pemerintah melalui Agrosolution akan terus dilanjutkan di Ponorogo. Supaya memberikan manfaat optimal bagi sektor pertanian," lanjutnya.

Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko berharap program Agrosolution dapat mendorong peningkatkan produktivitas pertanian agar kesejahteraan petani kian membaik. Menurut dia, Pertanian Hebat merupakan salah satu visi-misi dari 10 Nawa Darma Nyata yang dilaksanakan Pemkab Ponorogo.

"Sampai saat ini ada penambahan lahan baru seluas 150 hektare, yang diharapkan dapat terus ditingkatkan. Sehingga sektor pertanian di Ponorogo menjadi hebat,” ujar bupati.

Menurutnya, Agrosolution dapat menjadi jawaban dalam mengatasi kelangkaan pupuk subsidi yang selama ini menjadi persoalan petani di daerah. Dia berharap Agrosolution dapat semakin diperluas hingga ke seluruh wilayah. Pemkab juga merencanakan program hilirisasi pertanian untuk mendukung pengembangannya.

"Dengan perluasan Agrosolution maupun program Makmur, maka ketergantungan petani Ponorogo terhadap pupuk subsidi bisa terus ditekan. Begitu juga dengan hilirisasi pertanian, dapat mendorong UMKM petani dapat ikut terserap oleh pasar," pungkas Kang Giri -julukan Sugiri Suncoko. (naz/adv) Editor : Hengky Ristanto
#urea #Bupati Ponorogo #Sugiri Sancoko #subsidi #npk #pertanian #pupuk subsidi #pupuk kaltim #kacang #pupuk indonesia #pupuk #jagung #ponorogo #Agrosolution