Ketetapan itu setelah dirinya memperoleh suara tertinggi dengan 946 suara dalam Musyawarah Wilayah (Muswil) ke-16 Jatim Muhammadiyah Jatim di Ponorogo, Sabtu (24/12). Sukadiono mengungguli Biyanto yang memperoleh 846 suara.
Pemilihan formatur yang berlangsung tiga jam itu menggunakan sistem e-voting. Peserta dilengkapi barcode yang ditempel di id card . Dari 1.300 token yang disiapkan panitia, 1.122 token digunakan. Dari total 1.148 anggota musyawarah, hanya 26 yang tidak menggunakan hak pilihnya.
Ketum terpilih bakal melakukan tiga akselerasi dalam berbagai bidang. Seperti di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan internasional. Akselerasi itu dipandang perlu agar Muhammadiyah dapat menjawab tantangan zaman ke depan.
‘’Kami tadi telah bersidang secara singkat dan cepat dari hati ke hati mengenai masa depan Muhammadiyah Jawa Timur,’’ kata Sukadiono dalam jumpa pers perdananya sebagai ketum.
Adapun tiga akselerasi yang bakal dilakukan yakni PWM diberi amanat menjalankan program Musywil Muhammadiyah yang arahnya pada proses transformasi dinamis di masa depan. Baik itu program umum maupun bidang yang arahnya Muhammadiyah unggul berkemajuan dalam berbagai aspek kehidupan.
Selanjutnya, PWM mengemban tugas menyosialisasikan serta menjadikan pandangan Islam berkemajuan untuk terus didialogkan dengan berbagai kalangan di dalam dan luar negeri. Agar pandangan tersebut membawa rahmat kepada semesta alam jadi alam pikiran yang menyebar dan meluas serta terimplementasi dengan baik di persyarikatan.
‘’Islam yang membangun optimisme juga Islam yang menghadirkan kemajuan hidup seluruh masyarakat bangsa dan negara dan kemanusiaan global,’’ lanjutnya.
Terakhir, kepemimpinan PWM merupakan satu mata rantai terstruktur dengan pimpinan daerah, cabang, ranting. Karena itu dia berharap seluruh pihak dapat bersinergi mendukung dan mendoakan kepemimpinannya selama lima tahun ke depan.
’’Kepemimpinan kami ke depan harus mampu mendinamisasi seluruh gerakan kepemimpinan,’’ ungkapnya.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan bahwa musywil Muhammadiyah merupakan bagian penting untuk kemajuan bagi provinsi ini.
Keputusan dalam musyawarah dapat menjadi landasan untuk pengambilan keputusan di Jawa Timur dan Indonesia. ‘’Muhammadiyah mempunyai sistem bagus dan visi misi besar,’’ kata Khofifah.
Bupati Ponorogo Sugiri Sancoko turut mengajak Membumikan Islam Berkemajuan, Memajukan Jawa Timur sebagaimana tema yang diangkat dalam Musywil Muhammadiyah kali ini.
Pihaknya berharap pemimpin yang terpilih amanah, ikhlas, istiqamah, dan senantiasa mengambil keputusan yang benar. ‘’Layaknya matahari, semoga selalu bersinar,’’ kata Kang Giri, sapaan bupati. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto