Perwakilan Opang, Masduki menyebut hubungan antara opang dan ojol selama ini sebenarnya harmonis. Hanya sempat memanas lantaran ada oknum ojol menjemput penumpang di zona merah Terminal Tipe A Seloaji Ponorogo. ‘’Kejadiannya sekitar dua minggu lalu sehingga ada salah paham dan berlarut,’’ ungkapnya.
Lewat mediasi di DPRD ini, Masduki berharap terjalin kesepakatan dan penegasan zona mengangkut penumpang. Hal itu diperlukan guna mengantisipasi kesalahpahaman antara opang dan ojol lain hari. ‘’Sudah ada kesepakatan bersama, harapannya tidak terulang karena sebenarnya kita sama-sama cari makan,’’ harapnya.
Hasil mediasi disepakati titik penjemputan di sebelah selatan berada di depan cucian mobil selatan terminal. Sedangkan di sebelah utara masuk pertigaan Jalan Raden Patah. Persisnya di timur garasi PO Gunung Harta. Serta sebelah barat di SPBE. ‘’Kami tak ingin lagi ada lagi ada perselisihan antara Ojol dan Opang. Kami juga satu profesi dan sama-sama menafkahi keluarga,’’ kata Basuki, perwakilan Ojol.
Wakil Ketua DPRD Ponorogo Miseri Efendi menegaskan tidak ada lagi perselisihan antara ojol dan opang. Kesalahpahaman yang sempat terjadi telah dibicarakan bersama. Dari hasil mediasi telah disepakati bersama terkait zona merah antara Opang dan Ojol, khususnya di terminal. ‘’Ini sudah menjadi kesepakatan, pemerintah hadir menyusun regulasi, yang mengatur kawan-kawan angkutan ini,’’ kata Miseri.
Miseri menambahkan, dalam waktu dekat kesepakatan bersama bakal ditindaklanjuti agar memiliki kekuatan hukum. Baik itu dalam bentuk peraturan bupati (perbup), maupun surat edaran (SE) dari dinas perhubungan (dishub) setempat. ‘’Maksimal dua minggu lagi sudah ada landasannya agar tidak berlarut-larut,’’ pungkasnya. (kid/fin)
Titik Jemput Ojol di Seloaji
- Selatan: depan cucian mobil selatan terminal
- Utara: di pertigaan Jalan Raden Patah
- Timur: di musala atau timur garasi Gunung Harta
- Barat: di SPBE Editor : Hengky Ristanto