PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Temuan kasus baru Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pasca natal dan tahun baru (nataru) wajib menjadi warning. Terutama dalam membangun kesadaran agar ternak bersedia divaksin.
Petugas Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo saat menjalankan tugas vaksinasi masih mendapat penolakan di lapangan.
Kepala Dispertahankan Ponorogo Masun mengungkapkan bahwa alasan penolakan bervariasi. Mayoritas lebih percaya pada pengobatan tradisional. Pun tidak sedikit menolak karena khawatir ternaknya sakit pasca vaksinasi. ‘’Padahal sakitnya itu efek spontan vaksinasi, mohon jangan ditolak,’’ katanya.
Masun membeberkan capaian vaksinasi di kabupaten ini telah memenuhi target. Capaiannya tembus 80 persen dari target 90 ribu dosis vaksin. Capaian paling tinggi di Kecamatan Pudak yang sudah menyentuh 100 persen. ‘’Di Pudak vaksinnya paling lengkap. Sejauh ini nihil kasus baru di sana,’’ kata dia.
Dia mewanti-wanti agar peternak jeli saat mendatangkan ternak dari luar daerah. Poin utama yang perlu digarisbawahi, peternak disarankan menelusuri riwayat vaksinasi ternak. Jika memang belum pernah divaksin, peternak jangan ambil risiko.
‘’Maka riwayat vaksinasinya harus dilihat dan harus hati-hati. Kalau meledak nanti merepotkan, kami warning seluruh tim PMK di kecamatan diteruskan ke desa,’’ pungkasnya. (kid/fin)
Editor : Hengky Ristanto