Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

PMK Belum Reda, LSD Mengancam

Hengky Ristanto • Kamis, 2 Februari 2023 | 01:32 WIB
ZONA HIJAU : Meski belum ditemukan di Kabupaten Ponorogo, peternak sapi diminta tetap waspada terhadap ancaman Lumpy Skin Disease. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)
ZONA HIJAU : Meski belum ditemukan di Kabupaten Ponorogo, peternak sapi diminta tetap waspada terhadap ancaman Lumpy Skin Disease. (AJI PUTRA/JAWA POS RADAR PONOROGO)
PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Dunia peternakan tidak sedang baik-baik saja. Belum reda serangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), kini dihadapkan pada ancaman Lumpy Skin Disease (LSD).

Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo Masun mengungkapkan, laporan kasus LSD sudah ditemukan di empat daerah di Jawa Timur. Bahkan, salah satunya merupakan daerah tetangga di Madiun Raya.

Pencegahan digencarkan agar penyakit kulit infeksius yang menyerang kerbau dan sapi itu tidak masuk ke kabupaten ini. ‘’LSD dilaporkan masuk ke Indonesia akhir Desember. Ponorogo masih zona hijau, tapi yang perlu diwaspadai kasus ditemukan di tetangga terdekat daerah kita,’’ ujarnya.

LSD bukanlah penyakit baru di dunia peternakan. Penyakit itu disebabkan LSD virus dengan materi genetik DNA dari genus capripoxvirus dan famili poxviridae. Kasus pertama kali ditemukan di Zambia, Afrika pada 1929 silam. Kemudian menyebar ke Eropa dan masuk ke Asia 2019 silam. ‘’LSD ini termasuk penyakit lama yang muncul lagi, serupa PMK,’’ tegasnya.

Morbiditas atau angka kesakitan penyakit LSD sekitar 45 persen. Lebih rendah dari PMK yang mencapai 90 persen. Masa inkubasinya berkisar 4-5 pekan. Gejala klinisnya berupa nodul atau benjolan (cekung) di sekitar kepala, leher, kaki, dan tubuh ternak. Gejala lainnya ternak terlihat lemas serta terdapat leleran hidung dan mata, pembengkakan limfonodi subscapula dan prefemoralis (depan lutut). Jika menjangkiti sapi perah, dapat menurunkan produksi susu. ‘’Penyakit ini berdampak signifikan pada aspek ekonomi,’’ ujarnya.

Masun meminta peternak senantiasa menjaga kebersihan. Baik makanan, kandang, hingga kendaraan pengangkut ternak. Peternak wajib sterilisasi sebelum masuk kandang setelah bepergian dari pasar hewan maupun kandang lain.

Serta vaksinasi anti-LSD. ‘’Penularannya melalui peralatan, kandang, kendaraan, bahkan orangnya yang terkontaminasi atau bersinggungan dengan ternak terinfeksi LSD. Penanganannya sama dengan PMK, diisolasi, desinfeksi, pengobatan,’’ pungkasnya. (kid/fin)  Editor : Hengky Ristanto
#kota reog #lsd ponorogo #peternakan ponorogo #LSD #Vaksin PMK #pmk ponorogo #wabah pmk #penyakit ternak ponorogo #ternak ponorogo #ponorogo