Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Selamat Jalan Mbah Tobron

Hengky Ristanto • Kamis, 9 Februari 2023 | 17:40 WIB
ISTIMEWA
ISTIMEWA
PONOROGO, Jawa Pos Radar Madiun – Sesepuh warok H. Achmad Tobroni Toredjo berpulang pukul 23.30, Selasa (7/2) di kediamannya Desa Maron, Kauman. Almarhum dikebumikan di Pemakaman Senyamplung, Cokromenggalan kemarin (8/2).

Seluruh elemen masyarakat Ponorogo merasa kehilangan atas mangkatnya tokoh kharismatik yang tutup usia 85 tahun tersebut. Kiprah Mbah Tobron dalam dunia seni dan pemerintahan membawa banyak kemajuan dan perubahan.

Catatan Jawa Pos Radar Ponorogo edisi 7 Juli 2022 sempat mengulas tentang perjalanan Mbah Tobron. Sekaligus menjadi wawancara terakhir dengan almarhum.

Kecintaa almarhum pada reog sudah tumbuh sejak duduk di bangku kelas 1 Sekolah Rakyat Nahdlatul Ulama (SRNU) 1942 silam. Kemudian, mendirikan grup reog Tumenggung Cokro Manggolo 1959 lalu. Tepat 1976, Mbah Thobron diangkat menjadi lurah sekaligus Ketua Komunitas Reog Insan yang Takwa Ilahi (INTI).

Dari situlah Namanya dikenal sebagai Mbah Tobron Warok. Meskipun hingga akhir hayatnya, dia tetap menolak dipanggil warok. Namun bagi masyarakat Ponorogo, sosok Mbah Tobron merupakan sesepuh warok yang tersisa.

Dari Mbah Tobron tercetus ide festival reog saat perayaan Grebeg Suro. Ketika itu, acara bernama lomba reog digelar di SMPN 1 Ponorogo 1984 lalu. Setahun berselang lomba berganti nama menjadi Festival Reog dan lokasinya bergeser ke Alon-alon.

Tepatnya 1995 lalu, perlombaan berganti nama menjadi Festival Reog Nasional. Festival inilah yang menjadi cikal-bakal cikal-bakal Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP).

Kiprah Mbah Tobron turut diabadikan Murdianto, dosen Insuri Ponorogo, dalam bukunya berjudul Bila Seniman MelawanSiasat Seniman Tradisi Menghadapi Hegemoni dan Modernisasi. Menurutnya sosok Mbah Tobron merupakan tokoh berpengaruh yang memiliki relasi kuat di kalagan santri dan seniman di Ponorogo. ‘’Beliau sosok berpengaruh dengan relasi lengkap. Mulai kalangan santri, seniman reog, hingga pemerintahan,’’ kata Murdianto.

Murdianto mencatat Mbah Tobron sebagai tokoh yang konsen dalam dunia pendidikan. Dia dikenal intens melakukan konsolidasi kerja kebudayaan melalui bidang pendidikan. Almarhum dikenal sebagai sosok yang bersahaja. ‘’Catatan yang saya buat berdasarkan pertemuan dengan beliau, kebetulan sama-sama terlibat dalam pendampingan pemetaan budaya Ponorogo. Risetnya 2005 sampai 2010,’’ pungkasnya. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto
#sesepuh ponorogo #Reog Ponorogo #mbah tobron #bumi reog #warok ponorogo #seni ponorogo #berita duka ponorogo #ponorogo #tokoh budaya ponorogo #sesepuh reog