Setengah bulan ini saja, Bulog Sub Divre Ponorogo telah menyalurkan 500 ton beras ke operasi pasar yang digelar di beberapa titik. Distribusi itu belum termasuk Magetan yang juga menjadi wilayah kerja bulog setempat. Juga, belum termasuk total distribusi operasi pasar selama Januari lalu. ‘’Setiap kali operasi pasar minimal tujuh ton,’’ kata Pimpinan Cabang Kantor Bulog Ponorogo Aan Sugiarto.
Aan mengungkapkan, distribusi beras medium menyebar ke berbagai titik. Mulai pasar tradisional, hingga toko retail modern. Warga berkesempatan menebus beras medium kemasan lima kilogram dengan harga Rp 42.500. Syaratnya menunjukkan KTP dengan jatah dua kemasan tiap warga. ‘’Biar merata, tiap warga dibatasi dua kemasan,’’ ujarnya.
Dia memastikan stok beras medium untuk operasi pasar melimpah. Saat ini bulog setempat menyiapkan 1.000 ton khusus operasi pasar di wilayah kerja Ponorogo. Stok itu diperkirakan masih cukup sembari menantikan panen raya. ‘’Sebenarnya sudah ada yang panen raya tapi di daerah lain,’’ ungkapnya.
Tidak ingin operasi pasar salah sasaran, pihaknya menggandeng disperdakum setempat guna memperketat pengawasan. Jika ada penyalur nakal yang ‘bermain’ beras medium murah, pihaknya tidak segan menyetop distribusinya. ‘’Kami berikan teguran terlebih dahulu. Jika diulangi, kami berhentikan jadi penyalur,’’ pungkasnya. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto