‘’Dulu sudah pernah, sekitar lima tahun lalu jalan ambles setengah meter,’’ kata Haryoko, warga Desa Mrayan, Ngrayun.
Pengendara yang hendak menuju Pacitan dari arah Ngrayun harus mencari jalur alternatif lain. Jalur alternatif dapat ditempuh dengan memutar sejauh lima kilometer. Kendati dapat dilewati kendaraan roda empat, kondisi jalannya rusak parah. ‘’Jalur alternatif itu jalan desa, jadi lumayan sulit treknya,’’ ungkapnya.
Kalaksa BPBD Ponorogo Henry Indrawardhana menyatakan bahwa tanah di kilometer 4 jalan kabupaten itu gerak akibat intensitas hujan tinggi. Dari hasil pengkajian cepat, kondisi tanah di lokasi masih labil. ‘’Jalur itu ditutup total untuk sementara waktu,’’ kata Henry.
Di titik lain Desa Mrayan, longsor juga melanda Dusun Pakel. Badan jalan pada jalur Pakel-Wonoasri putus total. Kondisi tanah masih sangat labil. Diperkirakan bakal terjadi longsor susulan. ‘’Dibutuhkan segera material untuk talud,’’ lanjutnya.
Longsor juga terjadi di beberapa titik lain. Seperti di Dusun Dayakan, Desa Wagir Lor, Ngebel yang menimpa bagian belakang rumah penduduk. Longsor juga terjadi di Kecamatan Sawoo. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto