Dampak matinya lampu penjor di titik tersebut membuat pengendara harus ekstra waspada. Penerangan jalan umum (PJU) di persimpangan itu terbilang minim. Dikhawatirkan pengendara yang belum terbiasa melintas tidak mengetahui adanya bundaran lampu penjor tersebut. ‘’Lampu penjor yang paling bermasalah, ya, di situ,’’ tegasnya.
Kamsun berjanji trouble penjor segera ditangani. Dia menduga kerusakannya disebabkan gangguan pada power supply yang korsleting akibat kemasukan air. Di mana kerusakan itu sebenarnya sudah ditangani dengan melindungi permukaan kabel. ‘’Berarti trouble di situ kira-kira,’’ terkanya.
DLH bakal lebih intens mengecek seluruh lampu penjor yang terpampang di ruas jalan protokol kota. Mulai HOS Cokroaminoto, Jenderal Sudirman (Jendsud), dan Ursum. Guna mengantisipasi adanya kerusakan mengingat curah hujan masih cukup tinggi beberapa hari belakang. ‘’Memang curah hujan tinggi, maka kami sering cek seluruh penjor,’’ pungkasnya. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto