Kepala Badan Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Ponorogo Sumarno mengungkapkan proyeksi pasar agribisnis dan grosir itu guna optimalisasi aset daerah. Pihaknya terus berupaya agar tak ada lagi cerita aset daerah nganggur. ‘’Kami upayakan tidak ada lahan kosong, semua dimanfaatkan untuk meningkatkan pendapatan,’’ katanya.
Pasar agribisnis dan grosir sudah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang. Seperti close circuit television (CCTV) untuk mendukung sistem keamanan dan memonitor aktivitas di pasar. Juga dilengkapi genset untuk mengakomodir sumber listrik cadangan. ‘’Eman jika tidak dimanfaatkan dengan baik,’’ ujarnya.
Pasar agribisnis dan grosir menampung dan memasarkan hasil bumi dari Ponorogo saban sore. Saat pagi hingga siang, masyarakat dapat berbelanja di Pasar Legi dan belanja di Pasar Stasiun saat dini hari. ‘’Seluruh hasil bumi dari Ponorogo,’’ ujarnya.
Semula, pasar relokasi dibangun untuk menampung para pedagang saat pembangunan Pasar Legi. Denyut ekonomi itu beralih ke pasar relokasi hingga pembangunan Pasar Legi tuntas. Pasar relokasi sempat mangkrak saat pedagang kembali menempati Pasar Legi. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto