Simpati yang ditunjukkan ini sontak membuat para pengungsi sumringah. Mereka tak menyangka bakal ditemui bupati dan wakilnya yang datang membawa tumpeng lengkap dengan kue tar, serta 150 paket makanan siap saji. Kang Giri sengaja meluangkan waktunya untuk berbagi kebahagiaan bersama para korban bencana alam.
Para pengungsi diajak merayakan ulang tahunnya yang ke-52 sekaligus ulang tahun kepemimpinannya yang ke dua. Setelah memanjatkan doa, Kang Giri-Bunda Rita makan bersama para pengungsi dan mencoba menampung satu persatu keluh-kesah mereka. ‘’Memang belum sampai ke lokasi terdampak, tapi mendengar curhatan warga dan melihat videonya, kondisinya permukiman tidak layak untuk hunian,’’ kata Kang Giri.
Kang Giri menekankan, penanganan darurat bagi warga terdampak tanah gerak ini menjadi prioritas utama. Seluruh kebutuhan di tempat pengungsian bakal dicukupi pemerintah. Mulai makanan, air bersih, hingga fasilitas kesehatan. ‘’Di sini (lokasi pengungsian) over kapasitas. Barangkali ada rumah lagi. Besok siang, Pak Camat, BPBD, dan Dinsos-PPPA bisa menindaklanjuti,’’ perintahnya.
Terkait penanganan pasca bencana, warga terdampak harus segera direlokasi. Pemerintah desa (pemdes) setempat mencari solusi tanah untuk bakal relokasi. Beberapa opsi tanah bengkok tidak layak lantaran berada di lereng pegunungan. ‘’Alternatifnya harus dicarikan tanah pemajakan yang sah. Apakah patungan, CSR, atau dianggarkan. Cari solusi cepat,’’ ungkapnya.
Kang Giri juga mengingatkan rumah untuk relokasi harus layak huni agar terhindarkan dari potensi tanah gerak di kemudian hari. ‘’Yang penting dicarikan jalan keluar terbaik. Ikan sepat ikan gabus, semakin cepat lebih bagus,’’ ungkapnya.
Sebelum berpamitan, Kang Giri memberi dukungan moril bagi anak-anak di pengungsian. Bupati turut belajar bersama dan berbagi cerita. Serta membagikan buku-buku cerita sebagai bahan bacaan sementara agar mereka tetap bisa belajar. ‘’Anak-anak harus tetap sekolah, jangan sampai trauma. Buku bacaan ini untuk memberikan hiburan dan wawasan agar anak-anak tidak jenuh di pengungsian,’’ ujarnya. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto