Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos-PPPA) Supriadi mengungkapkan kebutuhan mendesak yang diperlukan pengungsi saat ini berupa pakaian, alat salat bagi dewasa dan anak-anak. Serta perlengkapan sekolah dan mainan bagi anak-anak.
Keperluan lainnya seperti makanan, alat mandi, dan lain-lain dicukupi pemkab melalui dapur umum yang didirikan dinsos-PPPA di posko pengungsian. ‘’Di sini seluruh OPD melakukan upaya terbaik untuk pengungsi. Kami harap ada donasi bantuan pakaian, alat salat dewasa dan anak-anak,’’ kata Supriadi di lokasi kemarin (1/3).
Dari sisi kesehatan, Supriadi menyatakan bahwa petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan (Dinkes) standby di lokasi. Seluruh pengungsi intens menjalani pengecekan kesehatan. Adapun gangguan kesehatan yang muncul termasuk kategori ringan. Seperti keluhan pusing dan perut. ‘’Ini ada tim medis juga dari dinkes siaga di posko untuk mengecek dan memastikan kesehatan warga,’’ ujarnya.
Camat Sawoo Bambang Windusancoyo menambahkan, dimensi retakan tanah di lokasi mencapai satu meter. Dari sebelumnya berkisar 30 sentimeter. Selain retak, tanah di RT 01, RW 1 ambles. ‘’Retakan awalnya 30 sentimeter sekarang hampir satu meter,’’ urainya.
Dia memastikan pos pengungsian bakal dipindah hari ini. Selain lebih representatif, aktivitas pembelajaran di TK Dharma Wanita juga harus kembali berjalan. ‘’Posko pengungsian dipindahkan ke rumah Pak Modin Parlan,’’ pungkasnya. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto