Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Kang Giri-Bunda Rita Kerja Hebat Sejahterakan Masyarakat

Hengky Ristanto • Kamis, 2 Maret 2023 | 16:40 WIB
DEKAT: Kang Giri bersama para santri. (DOK. RADAR PONOROGO)
DEKAT: Kang Giri bersama para santri. (DOK. RADAR PONOROGO)
Nawa Dharma Nyata menjadi patron pembangunan Ponorogo di era Bupati Sugiri Sancoko-Wabup Lisdyarita. Diimplementasikan dalam sembilan bidang strategis: pertanian hebat, pendidikan hebat, kesehatan hebat, perempuan hebat, seni budaya dan pariwisata, pemuda olahraga hebat, UMKM hebat, RT hebat, serta pemerintah amanah. Kesembilan poin itu bermuara pada visi mewujudkan Ponorogo Hebat (Harmonis, Elok, Bergas, Amanah, Takwa).

----------

SEJAK dilantik 26 Februari 2021, duet Kang Giri dan Bunda Rita menorehkan berbagai capaian positif lewat indikator kinerja yang terukur. Pada sektor pertanian, Nilai Tukar Petani (NTP) menunjukkan peningkatan progresif. ‘’Produktivitas dan daya beli petani mengalami peningkatan signifikan. Capaian itu diukur dari takaran indeks kerja utama,’’ kata Kang Giri, sapaan bupati.

Capaian di sektor kesehatan, pendidikan, dan kependudukan ditakar melalui Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Pada 2021, IPM naik menjadi 71,06 persen dari semula 70,81 persen pada 2020. Tahun berikutnya, IPM terus meningkat menjadi 71,87 persen. Tren peningkatan itu pararel dengan penurunan persentase kemiskinan.

Dari 10,26 persen pada 2021 turun menjadi 9,32 persen pada 2022. Angka stunting juga konsisten turun. Pada 2022 tinggal 14,2 persen. Diska (dispensasi nikah) juga turun dari tahun sebelumnya 226 menjadi 176. ‘’Ini modal bagi Ponorogo untuk mewujudkan generasi Indonesia Emas,’’ ujarnya.

Di bidang pariwisata, Kang Giri-Bunda Rita melakukan percepatan peningkatan kelas kabupaten melalui pencanangan wisata pemikat. Terobosan pembangunan Monumen dan Museum Peradaban di Sampung telah digulirkan. Selain itu, pembangunan Water Fountain di Telaga Ngebel juga mengerek pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor retribusi daerah.

Pendapatan Telaga Ngebel pada 2021 semula Rp 860,2 juta tembus Rp 2,9 miliar pada 2022. Tahun ini, pendapatannya ditarget mencapai Rp 7,4 miliar. Di era Kang Giri-Bunda Rita pula sirkuit balap digarap. Kini, pembangunannya mulai dikerjakan bertahap. Termasuk peningkatan sarana olahraga di Stadion Batoro Katong.

Pada bidang seni dan budaya, Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) berhasil masuk agenda Kharisma Even Nusantara (KEN) dan dinobatkan terbaik kedua di Indonesia. Ponorogo juga masuk lima nominasi pengusulan Unesco Creative City Network (UCCN) 2023. Pencapaian itu merupakan catatan baru dalam sejarah seni dan budaya di Ponorogo.

Photo
Photo
AKRAB: Bunda Rita di antara para santriwati. (DOK. RADAR PONOROGO)

Sebentar lagi juga dibangun wisata pemikat di Waduk Bendo. Jalan protokol di perkotaan juga di-face off menjadi kawasan Segi Empat Emas. ‘’Ponorogo punya bonus wisata yang nendang ke PAD serta berdampak secara organik pada pertumbuhan ekonomi secara natural,’’ jelasnya.

Selama dua tahun kepemimpinan Kang Giri-Bunda Rita, sepanjang 998,24 kilometer jalan telah diperbaiki. Terdiri dari jalan poros desa, lingkungan, dan kabupaten. Perbaikan jalan itu dilakukan demi meningkatkan aksesibilitas sebagai penopang pembangunan di segala bidang. ‘’Dua tahun ini khusus jalan kabupaten diperbaiki 288 kilometer. Belum jalan desa yang diserahkan ke desa. Ini keren, ke depan mudah-mudahan lebih bagus,’’ ungkapnya.

Pada sektor ekonomi melakukan penguatan di sektor akar rumput. UMKM digelontor bantuan dan pendampingan. Pemkab memfasilitasi pemasaran melalui pasar krempyeng di seluruh desa. Agar kontraksi ekonomi pasca pandemi lekas terpulihkan. Hasilnya, pertumbuhan ekonomi yang semula minus 0,90 persen pada 2020 menjadi 3,19 persen pada 2021. ‘’Ponorogo pasti lebih baik,’’ tukasnya. (kid/adv/fin) Editor : Hengky Ristanto
#Bupati Ponorogo #wabup ponorogo #Sugiri Sancoko #kang giri #Bunda Rita #Pemkab Ponorogo #Lisdyarita