Melalui program itu, pemkab mengajak seluruh masyarakat turut serta membangun wilayahnya masing-masing. ‘’Wifi gratis di tiap RT untuk meningkatkan akses ekonomi di seluruh wilayah Ponorogo,’’ kata Kang Giri, sapaan bupati.
Pemkab juga melibatkan seluruh organisasi kemasyarakatan (ormas) dalam merumuskan solusi atas setiap permasalahan. Mulai MUI, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan ormas lainnya. ‘’Persoalan masyarakat tak hanya dipikirkan pemerintah tapi juga menimbang saran dari berbagai pihak,’’ tuturnya.
Konsep gotong royong itu pula yang melatarbelakangi terbitnya Peraturan Bupati (Perbup) Pendidikan Keagamaan 37/2022. Tujuannya memperkuat pembelajaran agama di jenjang SD dan SMP.
Siswa diajarkan pendidikan keagamaan, tahfidz, tahsin maupun salat duha dan duhur berjamaah. Jika tak ada aral melintang, 1.820 siswa penghafal Quran dari berbagai SMP bakal diwisuda pada 2 Maret mendatang. ‘’Inilah konsep gotong royong sesungguhnya,’’ pungkasnya. (kid/fin) Editor : Hengky Ristanto