Kaila Septiani Sari misalnya. Warga asal Mlarak yang hendak kembali ke Surabaya itu terpaksa harus menurunkan kembali barang bawaan yang sudah telanjur masuk ke bagasi. Pasalnya, bus yang dia tumpangi telah penuh. ‘’Barang sudah naik akhirnya nggak jadi berangkat karena sudah full,’’ kata Kaila.
Terpisah, Koordinator Satuan Pelayanan (Korsatpel) Terminal Tipe A Seloaji Ponorogo Yono mengatakan, penumpukan penumpang terjadi karena adanya keterlambatan bus hingga setengah jam. Hal itu disebabkan lantaran bus dari arah Surabaya terjebak macet di Madiun. ‘’Ada sedikit penumpukan karena situasi di jalan macet. Jadi, penumpang menunggu armada yang datang,’’ katanya.
Gelombang arus balik di Terminal Seloaji Ponorogo telah dimulai sejak Minggu (23/4) lalu. Saat itu tercatat penumpang berangkat mencapai 2.834 orang dengan jumlah 218 armada. Jumlah tersebut kemudian meningkat keesokan harinya (24/4) dengan keberangkatan 4.432 penumpang dengan 233 armada.
Yono menyebut mayoritas keberangkatan penumpang didominasi tujuan Surabaya. Sebagai langkah antisipasi pihaknya telah menyiapkan skema penambahan armada jika terjadi penumpukan maupun adanya keterlambatan kedatangan bus. ‘’Ada 10 armada bus cadangan yang kami siapkan. Tapi, sampai saat ini armada reguler masih mencukupi,’’ terangnya. (kid/her) Editor : Hengky Ristanto