Dia mengungkapkan, saat alat berat tersebut berhenti beroperasi pengelolaan sampah sempat terkendala. Karena sampah dari tempat pengelolaan sampah terpadu (TPST) tidak bisa diangkut ke TPA Mrican. ‘’Sementara ini, kami memakai alat berat pinjaman,’’ ungkapnya.
Gulang mengaku berencana mengusulkan tambahan alat berat baru saat perubahan anggaran keuangan (PAK) 2023. Adapun nilai usulannya mencapai Rp 3,2 miliar. ‘’Itu harga alat berat baru, nanti kami ajukan dalam PAK mudah-mudahan disetujui,’’ ujarnya.
Gulang tak menampik pengelolaan sampah di Ponorogo terkendala sarana-prasarana (sarpras) yang terbatas. Karena itu, dia berharap usulan pengadaan alat berat nantinya dapat disetujui. ‘’Pengajuan kami rencananya satu alat berat. Karena yang satu ini masih dibenahi,’’ kata Gulang. (kid/her) Editor : Hengky Ristanto