Sekitar pukul 22.55 WITA, bus yang mereka tumpangi terperosok ke jurang sedalam 20 meter. Adapun ketiga guru pengabdi PMDG yang meninggal itu adalah Muhammad Fatir asal Manado; Gustian Airlangga (Palembang); dan Muhammad Riski Pratama (Riau).
Ketika itu rombongan dalam perjalanan menuju ke tempat tugas sebagai guru pengabdian di PMDG Kampus 11 Ittihadul Ummah, Desa Tokorondo, Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso, Sulteng. ‘’Rombongan guru pengabdian diberangkatkan dari sini (Ponorogo) pada Selasa (2/5),’’ kata Ahmad Syaifulloh, Juru Bicara PMDG Ponorogo Kamis (4/5) kemarin.
Ahmad menambahkan rombongan dilaporkan tiba di Bandara Mutiara Sis Al-Jufri, Rabu (3/5) malam dan langsung menuju ke tempat pengabdian. Dalam perjalanan, rombongan sempat berhenti sejenak untuk makan malam. Selepas itu,insiden terjadi. Bus yang mereka tumpangi mengalami kecelakaan. ‘’Evakuasi korban pasca peristiwa dibantu tim SAR, kepolisian, IKPM (Ikatan Keluarga Pondok Modern) Cabang Gontor terdekat dan masyarakat setempat,’’ ujarnya.
Ahmad mengungkapkan, sebanyak 29 guru pengabdian itu telah dinyatakan lulus seusai menjalani yudisium bersama dengan 700 santri kelas VI pada 2 April lalu. Sebagaimana sistem pendidikan yang diterapkan di PMDG, setelah lulus santri wajib menjalani pengabdian selama satu tahun di kampus-kampus Gontor, cabang serta 600 ponpes alumni di Indonesia. ‘’Seluruh korban dibawa ke RSUD Anuntaloko Parigi guna penanganan lebih lanjut menggunakan ambulans,’’ ungkapnya.
Pihak PMDG juga telah berkomunikasi dengan keluarga para korban. Termasuk untuk memproses pemulangan jenazah ketiga korban meninggal dalam kecelakaan bus tersebut. Ahmad memastikan pihak PMDG bertanggung jawab penuh terhadap seluruh korban. ‘’Pengabdian kalau terjadi musibah sudah pasti menjadi tanggung jawab kami. Mereka baru lulus dan memang mengabdi,’’ terang Ahmad.
Kemarin para santri PMDG di Ponorogo menggelar salat gaib untuk mendoakan para korban meninggal dan yang selamat. Kegiatan serupa juga dilakukan di seluruh cabang PMDG. ‘’Kami keluarga besar PMDG sangat berduka atas kejadian ini. Kami turut belasungkawa yang sebesar-besarnya,’’ ucapnya.
Sementara itu, terkait kekosongan guru pengabdian di PMDG Kampus 11 Ittihadul Ummah Sulteng pascakejadian, pihaknya masih menantikan kebijakan pimpinan. Termasuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap proses distribusi guru pengabdian ke tempat tujuan. ‘’Dengan tulus dan ikhlas PMDG mohon doa kepada seluruh pihak agar diberikan kemudahan serta kelancaran terhadap seluruh proses ini,’’ harap Ahmad. (kid/her) Editor : Hengky Ristanto