Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Ponorogo Yesi Daniel Tri Baskoro mengatakan, perubahan tersebut dirapatkan di Ruang Bantarangin Jumat (9/6). Namun, keputusan ditunda lantaran Kang Giri, sapaan bupati, berhalangan hadir.
‘’Permintaan beliau (Sugiri Sancoko, Red), sehingga harus kami rapatkan. Ini baru rencana perubahan, belum kami finalkan,’’ kata Daniel.
Dia menyatakan, perubahan berdampak pada anggaran yang mesti diubah. Sebab, harga kuningan lebih mahal ketimbang material yang digunakan dalam konsep awal. Apalagi harga kuningan mengikuti naik turunnya kurs mata uang asing. Pun perubahan rencana tersebut telah diserahkan tim arsitek dan seniman patung.
‘’Proses pembangunan saat ini tahap dasar. Patung dirangkai Agustus,’’ jelasnya.
Disinggung soal kualitas, Daniel menyebut bahwa kuningan lebih awet. Berbeda dengan material lain yang diperkirakan memiliki usia lebih pendek. Menurutnya pemilihan kuningan juga sesuai dengan anggaran jumbo Rp 73 miliar guna merealisasikan MRMP. ‘’Dari segi ukuran dan volume patung tidak ada perubahan, tingginya tetap 126 meter’’ tegasnya (gen/kid) Editor : Hengky Ristanto